Indonesia memobilisasi konsensus nasional tentang pertanian keluarga

Jakarta (Antara) – Sekitar 100 peserta dari organisasi petani, kementerian dan lembaga pemerintah di seluruh Indonesia berkumpul pada Selasa untuk membahas transformasi kegiatan pertanian keluarga sebagai topik prioritas nasional.

Para peserta berkumpul di Jakarta untuk mengikuti workshop campuran bertajuk “Diskusi multipihak tentang Rencana Aksi dan Kegiatan Strategis Pertanian Keluarga Nasional,” demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Indonesia dan diterima di sini, Selasa.

Beberapa kementerian, antara lain Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Perencanaan Nasional (Bappenas), Badan Pangan Nasional (Bapangnas), dan pemangku kepentingan lainnya bersama Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) menggelar diskusi dengan perwakilan petani tentang cara menuju Kesepakatan Rencana Aksi Nasional untuk Pertanian Keluarga (NAPFF) dan Rencana Strategisnya.

“Lingkungan kebijakan yang memungkinkan untuk memperkuat pertanian keluarga akan mendukung tindakan lebih lanjut untuk menanggapi tantangan sosial, ekonomi dan lingkungan saat ini,” kata Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste Rajendra Ariel.

“Oleh karena itu, penting untuk membangun dan memperkuat kebijakan, investasi, dan kerangka kelembagaan yang mendukung pertanian keluarga di tingkat nasional dan subnasional dengan tata kelola yang inklusif dan efektif serta berdasarkan data yang relevan secara geografis dan tepat waktu,” tambah Ariel.

Pertemuan tersebut memobilisasi konsensus multi-stakeholder untuk menjadikan pertanian keluarga sebagai prioritas nasional, dengan dukungan dari berbagai kementerian dan organisasi petani.

Hasil diskusi akan menjadi penting untuk memperkuat Rencana Aksi Pertanian Keluarga Nasional dan tindakan strategisnya.

Kementerian Pertanian memimpin pelaksanaan “Program Pangan Berkelanjutan Pekarangan” sebagai salah satu program pertanian keluarga unggulan di Indonesia.

Pertanian sangat penting bagi perekonomian Indonesia, menyumbang 14 persen dari PDB.

READ  Hukum yang komprehensif dapat mengurangi investasi energi China di Indonesia

Rata-rata, 93 persen petani Indonesia adalah petani keluarga kecil yang menanam di lahan sederhana dengan luas rata-rata 0,6 hektar, menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Indonesia.

Petani di Indonesia merupakan segmen besar petani Asia Pasifik yang mewakili lebih dari 70 persen keluarga petani kecil dunia. Keluarga petani menghasilkan 80 persen makanan daerah.

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mendeklarasikan 2019-2028 sebagai Dekade Pertanian Keluarga Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDFF) pada tahun 2017, yang menjadikannya sebagai kerangka kerja bagi negara-negara untuk mengembangkan kebijakan publik dan investasi untuk mendukung pertanian keluarga.

Dekade Pertanian Keluarga memberikan kesempatan yang sangat baik untuk berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan secara komprehensif, kolaboratif dan koheren.

Berita terkait: Memungkinkan keluarga petani untuk mengakhiri kelaparan di Asia Tenggara: FAO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *