Paman mabuk dipenjara karena menyerang dan menghancurkan keponakan perempuan


SJ yang berusia 43 tahun ditangkap oleh polisi di Biro Flora pada Rabu 24 Maret karena penghancuran dan penyerangan. Ini terjadi di Floralaan di Flora Resort. Korban JS melaporkan kejahatan di atas terhadap pamannya SJ, tersangka juga ke polisi Suriname, pada hari Selasa tanggal 23 Maret.

Dia mengatakan kepada polisi bahwa pamannya pulang dalam keadaan mabuk hari itu dan mengoceh tentang ibunya tanpa alasan. JS mencoba menenangkannya, tapi sebaliknya, dia diserang oleh pamannya. Dia meraih lehernya dan dia harus mendapatkan beberapa tamparan di wajahnya.

Setelah itu, SJ melepaskannya dan kemudian memulai. Pelecehan ini menyebabkan dahinya membengkak dan mengeluh kesakitan. Sesaat kemudian dia muncul kembali dengan sebuah batu di tangan yang dia lemparkan ke salah satu jendela rumah.

Jendela pecah dan akibatnya keponakan lainnya menderita luka di lengan kiri, dahi, dan kaki kanan. JS dan keponakannya dibawa ke ruang gawat darurat di Rumah Sakit Akademik Paramaribo dengan ambulans untuk perawatan medis.

Tersangka JS dilacak pada hari yang sama dan ditemukan mabuk di alamat tempat tinggal di Floralaan dan ditangkap. Dia dibawa ke kantor polisi untuk sadar. Ketika dia dalam keadaan sadar, dia dibawa ke pengadilan dan mengakui bahwa dia berada di bawah pengaruh alkohol pada saat kejadian.

Dia juga mengaku melempar batu ke jendela rumah, tapi membantah menyerang keponakannya JS. Setelah berkonsultasi dengan jaksa penuntut umum Suriname, tersangka ditangkap lapor ke polisi.

– Periklanan –

READ  Penyair perdana Amanda Gorman menandatangani kontrak model | SEKARANG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *