Lembaga publik harus terbuka untuk kritik: Wakil Presiden Amin

Institusi publik harus mengintensifkan penggunaan cloud computing dan teknologi mobile, serta media sosial karena tidak dapat dipisahkan dari aktivitas masyarakat sehari-hari.

Jakarta (Antara) – Wakil Presiden Maarouf meminta Sekretaris Lembaga Publik bersikap terbuka dan tegas terhadap kritik, saran atau masukan publik serta menyikapi kritik dengan bijak.

“Semua lembaga publik harus terbuka terhadap kritik, saran, atau masukan publik. Kritikan juga harus disikapi dengan bijak untuk berpegang pada prinsip-prinsip masyarakat yang demokratis,” kata Wapres Amin dalam acara Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2021 yang diserahkan sekitar Selasa.

Amin mencatat bahwa lembaga publik harus berusaha untuk menjaga keterbukaan informasi dan akuntabilitas untuk memastikan kepercayaan dan dukungan publik terhadap lembaga tersebut.

Wapres juga mendorong lembaga-lembaga publik untuk memodernisasi teknologi informasi dan komunikasi untuk mengikuti perkembangan transformasi digital.

Berita terkait: Memantau langkah-langkah pemerintah untuk membantu Indonesia bertahan dari epidemi

Amin mencontohkan bahwa “lembaga publik harus mengintensifkan manfaat komputasi awan dan teknologi ponsel, serta media sosial karena tidak dapat dipisahkan dari aktivitas masyarakat sehari-hari.”

Wapres mendorong kementerian, lembaga pemerintah, dan otoritas daerah untuk menggunakan teknologi digital untuk mewujudkan tata kelola dan pelayanan publik yang efektif dan transparan serta mewujudkan tata kelola digital melalui inisiatif Satu Data Indonesia.

Wakil presiden mencatat bahwa “pengembangan teknologi adalah kesempatan bagi pemerintah dan lembaga publik untuk mempromosikan manajemen yang efektif, transparan dan akuntabel serta layanan publik yang andal dan berkualitas tinggi.”

Berita terkait: Indonesia menghadapi ketidakpastian di tengah pandemi: VP

Sementara itu, Komisi Media Pusat melaporkan skor indeks keterbukaan informasi publik tahun ini sebesar 71,37 persen berada dalam kisaran rata-rata.

Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2021 yang diselenggarakan oleh KPPU diberikan kepada tiga kementerian utama, tiga pemerintah daerah, dan empat partai politik yang meraih nilai tertinggi dalam keterbukaan informasi publik.

READ  Melawan Butir: Studi Melayu dan Sekolah Pengetahuan Independen

Tiga kementerian teratas yang menerima penghargaan adalah Pertanian, Komunikasi dan Informatika, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sedangkan pemerintah daerah yang menerima penghargaan adalah Jawa Tengah, Aceh, dan Nusa Tenggara Barat.

Partai Demokrat, Jirendra, Partai Nasional Demokrat (Nasdim) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) memenangkan penghargaan.

Berita terkait: Pekan Budaya Nasional Ajak Masyarakat Mengenal Identitas Nasional

Berita terkait: Kementerian Gelar Festival Musik Tradisional Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *