Garis dari Spanyol ke luar angkasa

Badan NASA Deep Space Network (DSN) adalah keyboard planet raksasa yang membantu lusinan pesawat ruang angkasa yang jauh berkomunikasi dengan tim insinyur dan ilmuwan di Bumi.

Jaringan antena dan antena menyampaikan pesan dari tugas-tugas seperti Voyager 1 Dan Observatorium Iklim Luar Angkasa (DSCOVR). Voyager 1 diluncurkan pada tahun 1977 dan masih mengirimkan sinyal dari ruang antarbintang, sekitar 22 miliar kilometer (14 miliar mil) jauhnya. DSCOVR membutuhkan Gambar disk penuh Dari Bumi 1,6 juta km (satu juta mil).

Pada 17 Maret 2021, Prof. Fotografi lapangan operasional (OLI) adalah Landsat 8 Saya mendapatkan foto berwarna alami dari sebuah call center di Robledo de Chavela, sekitar 50 kilometer (30 mil) barat Madrid, Spanyol. Kompleks tersebut berisi beberapa antena radio besar dengan piringan parabola yang tampak seperti lingkaran putih pada citra Landsat. Lokasi tersebut dipilih karena berada pada jarak yang sama dari stasiun DSN Goldstone, California Dan Canberra, Australia. Posisi strategis memungkinkan komunikasi terus menerus dengan pesawat ruang angkasa saat Bumi berputar.

NASA pertama kali mendirikan fasilitas DSN di Spanyol pada tahun 1964 ketika fasilitas itu dimulai Gemini Dan Air raksa Program. Fasilitas Madrid, seperti dua fasilitas DSN lainnya, memiliki setidaknya enam antena.

Antena paling kuat di fasilitas Madrid adalah Stasiun Luar Angkasa Dalam 63. Diameternya 70 meter (230 kaki), dan menerima sinyal dari misi sejauh ruang antarbintang. Pada Januari 2021, para insinyur menyelesaikan instalasi Stasiun Luar Angkasa Dalam 56, Antena multi guna 34 m (112 kaki) yang mampu berkomunikasi pada berbagai frekuensi dan dengan beberapa pesawat ruang angkasa. Antena yang ada dibatasi dalam pita frekuensi yang dapat mereka terima dan transmisikan, dan seringkali membatasi mereka hanya untuk berkomunikasi dengan pesawat ruang angkasa tertentu.

READ  Helikopter NASA membawa sepotong pesawat Wright bersaudara ke Mars

Selain melacak dan berkomunikasi dengan pesawat ruang angkasa yang jauh, para ilmuwan menggunakan data dari DSN untuk mempelajari bentuk bumi dan medan gravitasinya, bidang yang dikenal sebagai Interferometri sangat panjang (VLBI) Untuk melacak perubahan kecil di kerak bumi, seperti pergerakan lempeng tektonik.

Citra NASA Earth Observatory oleh Lauren Dauphin, menggunakan data Landsat dari Survei Geologi Amerika Serikat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *