Bank Dunia menyetujui pinjaman $ 380 juta untuk pabrik penyimpanan pompa pertama di Indonesia

Pinjaman ditujukan untuk PLTU Upper Cisokan Pumped Storage di Jawa Barat, Indonesia, dengan perkiraan output 1,04 gigawatt (GW). Ini mengikuti proposal dari Bank Dunia dan Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) pada bulan Juli untuk membiayai proyek tersebut.

Proyek ini terdiri dari tiga bagian, termasuk pengembangan pembangkit, pengelolaan dampak lingkungan dan sosial pembangkit, serta bantuan teknis dan peningkatan kapasitas untuk PLN.

Bagian pertama dibiayai bersama sebesar $230-250 juta dari AIIB, $333 juta dari WB, dan $110 juta dari PLN. Bagian kedua akan dibiayai $5 juta dari WB dan $35 juta dari PLN, dan bagian ketiga akan mendapat $42 juta dari WB.

Ahli Energi Terbarukan John Yeap dari Pinsent Masons, firma hukum di belakang Out-Law, mengatakan:

“Di masa lalu, di bagian dunia ini, kami jarang melihat proyek penyimpanan yang dipompa dibangun dan ditugaskan. Namun, dengan mengejar nol bersih dan meningkatnya pembangkitan intermiten dalam sistem, kemampuan mulai cepat dari sistem penyimpanan, baik itu penyimpanan yang dipompa atau baterai, akan memainkan peran yang semakin penting.”

“Oleh karena itu, sangat menggembirakan melihat pendanaan untuk proyek ini, yang juga memperhitungkan masalah lingkungan yang penting seperti dampak hidrologis,” katanya.

Proyek ini bertujuan untuk memperluas kapasitas pembangkit listrik pada saat permintaan puncak dan mendukung tujuan transisi energi dan dekarbonisasi Indonesia. Negara telah menetapkan tujuannya sendiri Mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060.

READ  Penerbangan Sriwijaya Air 182 Indonesia dengan 62 penumpang dikhawatirkan akan jatuh. Operasi penyelamatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *