Putin Mengungkapkan Prihatin terhadap Banyaknya Korban Jiwa di Israel-Gaza

Putin Mengungkapkan Prihatin terhadap Banyaknya Korban Jiwa di Israel-Gaza

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengadakan percakapan telepon untuk membahas situasi yang memprihatinkan di Israel dan Jalur Gaza. Putin menyampaikan keprihatinannya terhadap peningkatan korban sipil di wilayah tersebut.

Dalam komunikasi mereka, Putin menyoroti pergolakan yang semakin memburuk di zona konflik Israel-Palestina. Kremlin juga menegaskan perlunya gencatan senjata segera dan dilanjutkannya proses negosiasi guna mengatasi situasi yang kian memanas.

Kantor kepresidenan Turki turut menyampaikan pernyataan bahwa Erdogan merasa sangat menyesalkan adanya penargetan terhadap instalasi sipil dan menolak tindakan semacam itu. Erdogan menekankan pentingnya menjaga keselamatan warga sipil dan mengecam segala bentuk kekerasan yang ditujukan kepada mereka.

Serangkaian serangan balasan dilakukan oleh militer Israel terhadap Jalur Gaza sebagai tanggapan atas serangan yang dilakukan oleh Hamas terhadap Israel. Putin dan Erdogan mempertimbangkan perkembangan konflik tersebut serta langkah-langkah yang perlu diambil agar dapat menghindari eskalasi lebih lanjut.

Kedua pemimpin ini menekankan peran penting yang harus dimainkan oleh komunitas internasional dalam menyelesaikan konflik Israel-Palestina. Mereka menyepakati pentingnya segera memulai dialog dan membangun kembali proses negosiasi untuk mencapai perdamaian berkelanjutan di wilayah tersebut.

Penekanan pada perlindungan warga sipil dan penolakan terhadap tindakan kekerasan terhadap mereka juga menjadi fokus pembicaraan antara Putin dan Erdogan. Kedua negara menunjukkan keprihatinan mereka terhadap korban-korban yang tidak bersalah dan berkomitmen untuk bekerja sama dalam mencari solusi yang aman dan adil bagi konflik tersebut.

Dalam percakapan ini, Putin dan Erdogan menunjukkan bahwa mereka berdua berkomitmen untuk menjaga kestabilan di Timur Tengah. Mereka mendesak semua pihak terlibat untuk menahan diri, menghormati gencatan senjata, dan bekerja sama untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan di antara Israel dan Palestina.

READ  Presiden Prancis Emmanuel Macron menuduh Perdana Menteri Australia Scott Morrison berbohong tentang kesepakatan kapal selam

Percakapan ini menunjukkan solidaritas kedua pemimpin dalam menghadapi situasi yang sulit ini dan memberikan harapan bagi upaya perdamaian yang lebih lanjut di kawasan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *