Enam singa ditemukan mati di salah satu taman paling terkenal di Uganda SEKARANG

Enam singa mati ditemukan di Taman Nasional Ratu Elizabeth di Uganda. Kepala dan kaki hewan itu telah dipotong, kata para pejabat. Hewan-hewan itu mungkin diracuni. Otoritas Margasatwa Uganda (UWA) tidak mengesampingkan perdagangan ilegal hewan liar sebagai kemungkinan penyebabnya.

Ahli konservasi dan polisi lokal bekerja sama untuk menyelidiki kematian hewan tersebut. Dalam sebuah pernyataan, manajer UWA Bashir Hangi mengatakan sangat sedih atas pembunuhan hewan tersebut.

Menurut Hangi, wisata alam merupakan bagian penting dari perekonomian Uganda. Ini menyumbang sekitar 10 persen dari PDB dan memainkan peran penting dalam kesejahteraan hewan.

“UWA mengutuk keras pembunuhan ilegal hewan liar karena tidak hanya berdampak negatif pada pariwisata kita sebagai sebuah negara, tetapi juga pada peningkatan pendapatan yang mendukung perlindungan dan kerja masyarakat di kawasan lindung kita,” kata Hangi.

Ini bukan insiden pertama singa diracuni di Taman Nasional Ratu Elizabeth. Pada April 2018, sebelas singa, termasuk delapan anaknya, ditemukan mati setelah diduga keracunan. Kejadian serupa mengakibatkan kematian lima singa pada Mei 2010.

READ  Trump menolak untuk bersaksi di bawah sumpah tentang pemberontakan Capitol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *