Ricky menjalankan tugasnya untuk hari pertama sebagai Wakil Direktur Pelatihan di BAM | Olahraga

Mantan pemain ganda putri Indonesia berusia 53 tahun itu terpengaruh kondisi fisik para pemain ganda nasional, namun merasa perlu mengasah bakatnya untuk memastikan kesuksesan di masa depan. – Foto dari Facebook / Persatuan Bulu Tangkis Malaysia

KUALA LUMPUR, 1 Des – Mantan juara dunia bulu tangkis dan peraih medali emas Olimpiade Rexie Mainaki, selaku Wakil Direktur Pelatihan Federasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) melaporkan hari ini dan berbagi tips dengan staf pelatih tentang cara mengelola kinerja pemain mereka.

Dalam diskusinya dengan Direktur Pelatihan BAM Wong Choong Hann, Rexie mengatakan bahwa setiap pelatih harus berani dan tidak goyah dalam idenya untuk meningkatkan level pemainnya.

“Saya berkesempatan berdiskusi dengan Zhong Han tentang apa yang perlu dilakukan pelatih untuk menghadapi pemain yang sedang bermasalah serta bertukar pendapat dan berbagi pengalaman selama di luar negeri.

“Saya juga berpesan kepada pelatih untuk lebih waspada dengan apa yang mereka lakukan, jika mereka menggunakan pendekatan yang sama, hasilnya akan sama,” katanya dalam video yang diunggah ke halaman Facebook BAM.

Sementara itu, Rixie ingin para pemain memahami mengapa mereka berlatih dan pentingnya memenangkan setiap turnamen yang mereka ikuti.

Mantan pemain ganda putri Indonesia berusia 53 tahun itu terpengaruh kondisi fisik para pemain ganda nasional, namun merasa perlu mengasah bakatnya untuk memastikan kesuksesan di masa depan.

Rixi yang merupakan mantan pelatih duo nasional di BAM sejak 2005 hingga 2012, mengungkapkan kekagumannya atas fasilitas latihan di Akademi Bulu Tangkis Malaysia di Bukit Kiara yang menurutnya sangat bagus untuk para pemain.

BAM menyatakan pada Oktober bahwa Rexy akan ditugaskan untuk meningkatkan input teknis ke Indeks Kinerja dan secara khusus melayani pemain ganda di tim nasional untuk meningkatkan kinerja mereka.

Selama karirnya yang terkenal, Riksy, bersama dengan pasangan ganda Ricky Subaga, memenangkan Piala Dunia FIFA 1995 dan Olimpiade 1996 di Atlanta. Mereka juga memenangkan tiga medali emas Piala Dunia dan merupakan bagian dari tim Indonesia yang memenangkan Piala Thomas empat kali antara 1994 dan 2000. – Program

READ  Pengadilan Indonesia menghukum presiden karena lalai atas polusi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *