Pertanyaan dari partai dewan GroenLinks tentang permintaan maaf kepada Komunitas Maluku

Foto: Sittard-Geleen.nieuws.nl

De Volkskrant pada 21 Maret 2021 melaporkan bahwa walikota 17 kotamadya dengan komunitas Maluku meminta pemerintah untuk meminta maaf atas nasib tragis Maluku di Belanda.

Dalam surat terbuka mereka menyerukan kepada kabinet masa depan untuk menyatakan penyesalannya atas penerimaan Maluku yang tidak layak setelah dekolonisasi Indonesia.

Dewan lokal GroenLinks merasa luar biasa bahwa Sittard-Geleen tidak disebutkan dalam artikel yang dikutip, meskipun komunitas ini tentunya juga memiliki beberapa komunitas Maluku.

Dari sekilas berita di harian De Limburger pada hari Kamis, 25 Maret 2021, GroenLinks sampai pada kesimpulan bahwa kotamadya Sittard-Geleen secara tidak sengaja lewat dan bahwa Walikota Verheijen, seperti yang dapat dibaca di halaman Facebook-nya, juga mendapat pengakuan dan pengakuan. Rehabilitasi percaya untuk komunitas Maluku di Sittard-Geleen sudah siap.

Akibatnya, grup GroenLinks menyatakan bahwa mereka akan berusaha untuk mengkonfirmasi berita tersebut secara formal juga. Partai Dewan bertanya kepada pemerintah daerah tentang posisi formal mereka dalam kaitannya dengan pengakuan dan rehabilitasi komunitas Maluku di Sittard-Geleen dan bagaimana seluruh Dewan Aldermen ingin memperhatikan dan mendukung rehabilitasi komunitas Maluku.

READ  mantan tentara berperang di New Guinea

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *