Pertamina dan PetroChina Gandeng Jabung di Indonesia

Pertamina dan PetroChina telah membuat proposal bersama untuk mengoperasikan Blok Jabung di Provinsi Jambi Indonesia ketika kontrak saat ini berakhir pada 2023.

Perusahaan minyak nasional China yang saat ini menjadi operator blok Jabung, sebelumnya bersaing dengan Pertamina untuk mengoperasikan blok tersebut setelah kontrak bagi hasil (PSC) saat ini berakhir pada 26 Februari 2023.

Regulator hulu SKKMigas mengatakan telah meninjau proposal bersama dan menyerahkannya ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam untuk persetujuan, menurut media lokal.

SKKMigas menempatkan Blok Jabung di antara sembilan produsen minyak terbesar di Indonesia dan sembilan produsen gas terbesar di tahun 2020.

Tumbuhnya nasionalisme sumber daya telah mengakibatkan pemerintah Pertamina memberikan semakin banyak blok minyak dan gas yang kedaluwarsa dalam beberapa tahun terakhir dan menggantikan perusahaan minyak internasional (IOC) yang mengoperasikan kontrak lama. Secara signifikan, aset-aset ini, dan skala beberapa di antaranya, menimbulkan tantangan teknis dan finansial bagi NOC.

Perusahaan Minyak Nasional Indonesia (NOC) Pertamina kini berusaha mengurangi kepemilikan di beberapa aset domestik utamanya yang diakuisisi oleh IOC yang meninggalkan Indonesia. Pertamina yang menguasai 86 blok mengatakan mencari kemitraan strategis.

Namun keinginan kuat untuk menjadikan Pertamina sebagai juara nasional dengan biaya berapa pun, ditambah dengan lingkungan investasi yang relatif tidak menarik di hulu, telah membuat investor keluar. Namun sisi positifnya, ada rasa pragmatisme di Jakarta, dengan meningkatnya pengakuan akan kebutuhan mitra internasional untuk menghidupkan kembali bisnis hulu domestik.

Namun, apakah Pertamina dapat menarik investasi baru yang signifikan masih harus dilihat.

Direkomendasikan untukmu

READ  "Mengapa semua orang sangat menyukai Berlin?" | gaya hidup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *