Pemprov DKI, Polri, TNI bersatu menghadapi ancaman banjir

Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri melakukan pendekatan terpadu sebagai langkah berjaga-jaga terhadap banjir sejak musim hujan tiba.

“Tadi pagi kita adakan seruan tanggap bencana banjir, dengan peserta terdiri dari jajaran Polda Metro Jaya, TNI, dan Pemprov DKI. Kami perkuat kekompakan dan bahu membahu saling mendukung dan memastikan bahwa Ibu kota sudah terlindungi dengan baik, “kata Baswedan di Polda Metro Jaya di Jakarta, Rabu.

Gubernur menekankan perlunya meningkatkan kewaspadaan dan daya tanggap serta meningkatkan kekuatan yang ada sebagai tindakan pencegahan penting terhadap banjir.

Letak geografis Jakarta membuatnya rawan banjir karena terletak di dataran rendah yang dilalui 13 sungai. Dengan demikian, tiga ancaman yang mengancam Jakarta pada musim hujan adalah air hujan yang berasal dari daerah hulu, khususnya Bogor; hujan lokal; dan permukaan lautnya yang memprihatinkan.

“Kita semua akan bekerja sama sebagai langkah berjaga-jaga terhadap segala kemungkinan selama musim hujan ini,” tandasnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami musim hujan pada Oktober 2020 yang berlangsung hingga Mei 2021.
Berita Terkait: Pemerintah mendukung sistem pengawasan setelah pandemi, banjir
Berita Terkait: Kota Jakarta Pusat menyiapkan 34 shelter untuk mengantisipasi banjir

READ  Tingkat elektrifikasi Indonesia mencapai 99,4 persen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *