Siapa Letnan Jenderal Nadeem Anjum yang menggantikan Faiz Hameed sebagai ketua ISI yang baru? | Berita Dunia

Diposting oleh Shankhyaneel Sarkar | Diedit oleh Poulomi Ghosh, Hindustan Times, New Delhi

Pakistan menunjuk Letnan Jenderal Nadeem Anjum sebagai Direktur Jenderal Inter-Services Intelligence (ISI) yang baru pada hari Rabu. Anjum akan memimpin badan spionase yang sebelumnya dipimpin oleh Letnan Jenderal Faiz Hameed. Hameed, yang telah memegang posisi kepala ISI sejak 2019, telah ditunjuk sebagai komandan Korps Peshawar. Kunjungannya baru-baru ini ke Kabul menimbulkan pertanyaan tentang peran Pakistan dalam kabinet Taliban.

Jabatan kepala ISI adalah salah satu pos paling berpengaruh dan penting dalam angkatan bersenjata Pakistan, yang dikenal menguasai kebijakan luar negeri dan pertahanan negara.

Anjum milik Resimen Punjab Angkatan Darat Pakistan, juga menjabat sebagai komandan Korps Karachi dan sebagai komandan Sekolah Staf dan Komando Quetta.

Anjum memimpin beberapa kampanye melawan elemen-elemen yang mengancam Pakistan di wilayah Balochistan dan dianggap sebagai “prajurit yang tangguh dalam pertempuran”. Ia menjabat sebagai Inspektur Jenderal Korps Perbatasan Balochistan.

Bawahannya memanggilnya “pria dengan otak gletser tetapi refleks yang tajam,” lapor kantor berita PTI. Anjum dikenal sebagai pendengar yang baik yang berbicara dengan singkat. Menurut sebuah laporan oleh media berita Pakistan Tribune, Anjum juga memegang pos komando di perbatasan timur Pakistan, yaitu di garis kendali. Dia memiliki gelar dari Royal College of Defense Studies di Inggris dan gelar dari Pusat Studi Keamanan Asia-Pasifik di Honolulu.

Perpindahan dari Hameed ke Korps Peshawar dipandang sebagai langkah penting setelah Taliban mengambil alih pemerintah Afghanistan. Sebelum mengambil peran sebagai kepala spionase, Hameed juga merupakan kepala keamanan internal di ISI.

Hameed juga termasuk orang pertama yang secara resmi mengunjungi Afghanistan setelah jatuhnya Taliban. Dia bertemu dengan para pemimpin Taliban sebelum mereka mengumumkan pemerintah dan meyakinkan dunia bahwa “semuanya akan baik-baik saja” di Afghanistan.

READ  Lebih dari 150 siswa ditangkap di Istanbul sebagai protes terhadap kebebasan akademik

Tutup cerita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *