Rbi Rilis ‘Daftar Peringatan’ dari 34 Platform Perdagangan Forex Ilegal, Peringatkan Publik

oleh CNBC-TV18 IST (diterbitkan)

mini

Bank sentral mengatakan bahwa penduduk yang melakukan transaksi valas untuk tujuan selain yang diizinkan berdasarkan Undang-Undang Manajemen Valuta Asing (FEMA) atau pada ETP yang tidak diizinkan oleh Reserve Bank of India (RBI) dapat menghadapi tindakan hukum.

Reserve Bank of India (RBI) pada hari Rabu kembali memperingatkan masyarakat agar tidak melakukan transaksi valas di platform perdagangan elektronik (ETP) yang tidak sah atau mentransfer/menyetorkan dana untuk transaksi valas yang tidak sah.

Bank sentral juga mengeluarkan daftar 34 entitas yang tidak berwenang untuk berurusan dengan valas berdasarkan Undang-Undang Manajemen Valuta Asing (FEMA) 1999 dan tidak berwenang untuk mengoperasikan platform perdagangan elektronik untuk transaksi valas.

Dalam pemberitahuan resmi pada 7 September, Reserve Bank of India mengatakan “daftar peringatan” tidak lengkap dan didasarkan pada apa yang diketahui oleh Reserve Bank of India pada saat siaran pers ini. Seharusnya tidak diasumsikan bahwa entitas yang tidak muncul dalam daftar peringatan diotorisasi oleh RBI.

“Status otorisasi setiap orang/ETP dapat diperiksa dari daftar orang yang berwenang dan ETP yang berwenang, yang sudah tersedia di situs web RBI,” katanya.

Lebih lanjut, Reserve Bank of India (RBI) telah menegaskan kembali bahwa penduduk hanya dapat melakukan transaksi valas dengan orang yang berwenang dan untuk tujuan yang diizinkan, sehubungan dengan FEMA.

Ia menambahkan bahwa sementara transaksi valas yang diizinkan dapat dilakukan secara elektronik, mereka hanya boleh dilakukan pada ETP yang disahkan untuk tujuan ini oleh RBI atau di bursa yang diakui melalui National Stock Exchange of India (NSE), BSE dan Metropolitan Stock Exchange di India.

Bank utama mengatakan terus menerima referensi yang meminta klarifikasi tentang status otorisasi ETP tertentu. Oleh karena itu, diputuskan untuk menempatkan daftar peringatan entitas di situs web RBI.

Reserve Bank of India (RBI) mengatakan bahwa penduduk yang melakukan transaksi valas untuk tujuan selain yang diizinkan berdasarkan FEMA atau ETP yang tidak diizinkan oleh RBI harus membuat diri mereka bertanggung jawab atas tindakan hukum berdasarkan FEMA.

READ  Luhut: Indonesia termasuk negara yang ekonominya kuat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *