Raksasa susu Yili Group berkembang dengan usaha mikro, kecil dan menengah lokal

TEMPO.CODan JakartaRaksasa susu Cina Yili Group akan berkomitmen selama fase pertama basis produksi susu Yili Indonesia di Jawa Barat untuk menciptakan lebih banyak kesempatan kerja dan mengejar kemitraan dengan lebih banyak Indonesia Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

Pabrik Yili seluas 8 hektar dibuka pada 10 Desember dengan luas lebih dari 17 hektar dengan nilai investasi 2,5 triliun rupiah, dan akan menjadi basis produksi produk Joyday populer mereka.

Yu Miao, Presiden Direktur Yili Indonesia Dairy, dalam siaran persnya mengatakan, pihaknya selalu berencana untuk tumbuh bersama mitra lokal dan menyebutkan komitmennya untuk mengembangkan kemitraan dengan usaha mikro, kecil, dan menengah lokal. Perusahaan mengharapkan tahap pertama akan menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 5.000 pekerja secara langsung dan tidak langsung.

Yili Group mewujudkan niat tersebut dengan mengadakan perjanjian kerjasama dengan usaha mikro, kecil dan menengah lokal yang difasilitasi langsung oleh Kementerian Penanaman Modal atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Usaha mikro, kecil dan menengah lokal menargetkan penyediaan bahan baku dan fasilitas penunjang operasional pabrik susu mereka dan diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan perekonomian Indonesia.

Menteri Penanaman Modal dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengawasi penandatanganan perjanjian kerjasama kemitraan antara 89 perusahaan PMA/PMDN, termasuk Yili Group, dengan 382 entitas UMKM. Bahleel Lahdalia menyampaikan apresiasinya kepada perusahaan penanaman modal lokal dan asing yang telah menandatangani kerjasama dengan mereka Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

Membaca: Tokopedia dan Pemerintah Jawa Tengah Berkolaborasi Memberdayakan UMKM Lokal

Bisnis

READ  'Ekspor vaksin dapat dilanjutkan pada akhir tahun': Poonawalla

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *