Pembuat kebijakan dan praktisi mempromosikan peran pemuda di G20

Jakarta (Antara) – Para pengambil keputusan dan praktisi pada diskusi panel tingkat tinggi yang diadakan pada Pra-KTT ke-4 Y20 di Manokwari, Papua Barat, mendorong kaum muda untuk berpartisipasi dalam Kepresidenan G20 Indonesia.

“Presiden mencari pencapaian nyata dalam bentuk proyek dan inisiatif. Kaum muda dapat memainkan peran penting sebagai katalisator tindakan bagi para pemimpin G20 dalam situasi ini,” kata Dian Triansyah Djani, mitra Indonesia dalam diskusi panel G20. Demikian juga dilansir Antara, Minggu.

Dajani mengungkapkan harapan pemerintah bahwa kepresidenan G20 akan membawa hasil yang nyata, termasuk memastikan pemulihan yang komprehensif dari pandemi. Oleh karena itu, doronglah kaum muda untuk berpartisipasi dengan mengungkapkan ide-ide mereka untuk memulai program dan berkolaborasi.

“Buku Putih Pemuda Y20 membahas empat isu prioritas, termasuk keragaman dan inklusi. Pertanyaannya adalah bagaimana menerjemahkannya ke dalam program dan proyek konkret,” kata Dajani, yang juga merupakan Pejabat Khusus untuk Program Prioritas di Departemen Luar Negeri.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaja Ono, yang kementeriannya memimpin Kelompok Kerja Pariwisata Kelompok Dua Puluh (TWG), mengatakan kementeriannya terbuka untuk bekerja dengan pemuda dalam mendukung pariwisata Indonesia. Itu karena 55 persen penduduk Indonesia adalah kaum milenial dan Generasi Z.

“Kalau kita mau cocok di TWG, kita perlu melibatkan para pemikir muda, progresif, kreatif dan inovatif untuk memberikan masukan dan ide. Kita perlu beradaptasi, berinovasi, dan berkolaborasi agar kita bisa pulih bersama, dan pulih lebih kuat, ” kata menteri.

Sementara itu, Perwakilan Staf Kepresidenan Goleswari Pramodhurdani, 5, berbagi pemikirannya tentang bagaimana Delegasi Muda Dua Puluh Muda dapat memastikan bahwa rekomendasi kebijakan yang mereka hasilkan tidak hanya dapat ditindaklanjuti, tetapi juga berdasarkan prinsip-prinsip hak asasi manusia.

READ  Pertumbuhan Q1 Indonesia bisa mencapai 5%: Ekonom

Ia percaya bahwa kaum muda perlu memahami persatuan, keadilan, dan prinsip-prinsip perlindungan hak asasi manusia. Oleh karena itu, Pramodhurdani mendorong kaum muda untuk memberikan kritik yang membangun dan secara konsisten mengadvokasi perlindungan hak asasi manusia.

Ia menjelaskan, “Saya mendorong generasi muda untuk memberikan rekomendasi dan kritik yang didukung oleh analisis yang mendalam. Kritik yang membangun bukan hanya bagian dari proses demokrasi, tetapi juga sebagai pengingat kepada pemerintah untuk terus bekerja demi kesejahteraan bangsa. .” .

Sementara itu, program Youth 20 (Y20) merupakan forum resmi penasehat bagi kaum muda dari seluruh negara anggota G20 untuk dapat saling berdialog. G20 mendorong kaum muda sebagai pemimpin masa depan untuk meningkatkan kesadaran akan isu-isu global, bertukar pikiran, berdiskusi, bernegosiasi dan mencapai konsensus.

Berita terkait: Kementerian meminta pemuda untuk mengatasi masalah kesenjangan sosial
Berita terkait: Konferensi Pemuda G20 diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas pemuda
Berita terkait: Melakukan ritual lokal untuk delegasi pemuda G20 di Manokwari, Papua Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *