Panglima Angkatan Laut Korea Selatan bertemu dengan mitranya dari Indonesia

Perwira bendera membahas isu-isu yang menarik bagi kedua belah pihak, termasuk program kapal selam Indonesia, dan mencapai pemahaman bersama bahwa “kerja sama militer dan pertahanan” antara kedua negara “diperlukan.”

“Indonesia adalah negara yang sangat berkepentingan dalam hal kerja sama pertahanan dan pencapaian tujuan ‘New Southern Policy’ kami.
Indonesia, yang terletak di antara Samudra Hindia dan Pasifik, adalah pemimpin ASEAN dan secara geografis sangat penting.” Kim melanjutkan, “Baik Presiden Moon maupun Presiden Joko Widodo mempresentasikan visi masing-masing tentang bagaimana mengubah negara mereka menjadi kekuatan maritim terkemuka yang ingin … Menghadapi dengan ini, kita harus terus membangun rasa saling percaya.”

Laksamana Kim Jung-soo, CNO, ROKN

Laksamana Kim juga menyampaikan pesanan Indonesia untuk gelombang kedua kapal selam dari Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME). Program pengiriman tiga kapal selam gelombang kedua telah terhenti selama tiga tahun, dan Indonesia menolak untuk membayar uang muka yang diperlukan untuk memulai pengiriman secara resmi. Awal bulan ini, Indonesia memesan dan menandatangani 42 jet tempur Rafale dari Prancis surat perjanjian kerjasama antara pembuat kapal untuk produksi 2 kapal selam kelas Scorpnemenimbulkan kekhawatiran bahwa program tersebut dapat dibatalkan sama sekali di Korea Selatan.

“Pada akhirnya terserah DSME untuk menyukseskan program ini. Tetapi pemerintah Korea Selatan juga melakukan segala yang bisa dilakukan untuk mendukung DSME.” kata Laksamana Kim. Setelah bertemu dengan pejabat senior militer Indonesia, Kim mengunjungi galangan kapal yang dioperasikan oleh PT PAL Indonesia dan menegaskan kembali pentingnya program kapal selam DSME. Sepuluh teknisi dari DSME saat ini bekerja di galangan kapal untuk melakukan perawatan pada tiga kapal selam yang dikirim perusahaan sebagai bagian dari batch pertama.

Alugoro (405) adalah kapal selam ketiga dari kelas Nagapasa. gambar DSME.

Menurut Kepala ROKN, Indonesia meminta bantuan Korea Selatan dalam pengoperasian kapal selam, termasuk pelatihan awak, pemeliharaan dan transfer teknologi. Salah satu gagasan yang diangkat adalah peningkatan kerjasama antara akademi angkatan laut kedua negara. Laksamana Kim juga mengatakan bahwa delegasi Indonesia sudah memeriksanya Corvette pensiun yang diberikan kepada Indonesia.

READ  Tes Mandalika: MotoGP™ mendarat di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *