Menteri Ekonomi Kreatif beri saran penjualan di AKI 2021

Dengan demikian, ketika ajang balap digelar, produk kreatif NTB bisa dijual dengan kualitas yang lebih baik.

Jakarta (Antara) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Ono memberikan tiga tips bagi pelaku ekonomi kreatif untuk mendongkrak penjualan pada ajang Pengakuan Kreativitas Indonesia (AKI) 2021 di Mataram, ibu kota provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Mencermati bahwa “cash is king”, ia meminta pelaku ekonomi kreatif untuk mengambil pembayaran terlebih dahulu, misalnya dengan memilih sistem penjualan pre-order.

“Aset yang perlu kita tingkatkan adalah kas kita. Kita tidak boleh memiliki terlalu banyak persediaan atau persediaan produk,” katanya dalam keterangan yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.

Sedangkan untuk menjual barang dagangan, strategi pemasaran yang berbeda dapat diterapkan, misalnya melalui penggunaan seller (orang yang membeli produk untuk dijual kembali) dan shippers (penjual yang memasarkan produk tanpa menyimpannya di stok sementara mereka mengirimkan barang dagangan langsung ke pelanggan. ), tambahnya.

Setelah itu, dia mengatakan “konten adalah ratu” – tampilan visual produk harus mencerminkan kualitasnya.

“Menonjolkan fitur produk kami penting karena kekuatan, kualitas dan eksklusivitasnya yang baik. Sebelumnya, saya mengunjungi 20 stand yang berpartisipasi dalam AKI 2021. Isinya luar biasa,” tambah menteri.

Terakhir, dia berkata, “Kemasan adalah kerajaan,” yang berarti pengemasan sangat penting untuk mendorong pembelian.

Sehingga, jika produk mereka tidak menarik, maka usaha tersebut tidak akan dilakukan secara maksimal, ujarnya.

Ono berharap ketiga kiat tersebut bisa diterapkan oleh para pelaku ekonomi kreatif di Provinsi NTB jelang penyelenggaraan ajang World Superbike (WSBK) 2021 pada 19-21 November 2021 di Sirkuit Jalan Internasional Pertamina Mandalika.

“Saat event lomba dilaksanakan, produk kreatif NTB bisa dijual dengan kualitas yang lebih baik,” ujarnya.

READ  Bagaimana Jeff Bezos, Elon Musk, dan Miliarder Lainnya Menghindari Membayar Pajak Penghasilan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *