KOI menandatangani nota kesepahaman dengan Komite Olimpiade Hongaria untuk meningkatkan prestasi olahraga

Jakarta (Antara) – Komite Olimpiade Indonesia (KOI) resmi menjalin kerja sama dengan Hungarian National Olympic Committee (NOC) sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan dan meningkatkan prestasi olahraga kedua negara.

Perjanjian tersebut ditandatangani pada akhir Oktober sejak KOI pertama kali menjajaki kerja sama dengan NOC Hungaria pada awal tahun 2022. Perjanjian tersebut secara resmi ditandatangani dengan penandatanganan Nota Kesepahaman di Seoul, Korea Selatan.

“Alhamdulillah KOI resmi menambah lagi (bentuk) kerjasama yang telah ditandatangani melalui MOU ini,” kata Presiden KOI Raja Sapta Oktohari dalam siaran persnya, Rabu.

“Kami berharap melalui MoU ini, prestasi olahraga di Indonesia bisa lebih berkembang lagi,” ujarnya.

Komitmen antara KOI dan Hungarian Olympic Committee diwujudkan dalam bentuk kesepakatan untuk mempromosikan pelatihan pertukaran latihan atlet antara federasi nasional kedua negara dalam hal kompetisi, pelatihan dan partisipasi bilateral dan multilateral.

Ia menjelaskan, pertukaran ini tidak terbatas pada atlet saja.

Hal ini juga dapat digunakan untuk mengembangkan kualitas ofisial, pelatih, ITO, pekerja olahraga dan ilmuwan olahraga yang berkeinginan untuk mengikuti seminar atau pelatihan yang akan meningkatkan kualitas olahraga di kedua negara.

Dijelaskannya, “Hongaria memiliki prestasi luar biasa di lima cabang olahraga, yaitu renang, polo air, kano, anggar dan gulat. Kelima cabang olahraga ini adalah peraih medali di Olimpiade.”

Ia menambahkan, “Dari situ kita bisa belajar, dan Partai Buruh membuka pintu bagi Persatuan Nasional untuk bisa memanfaatkan payung hukum ini secara optimal.”

Komite Olimpiade Hungaria berusaha untuk belajar dari Indonesia di tiga cabang olahraga bulu tangkis, olahraga panjat tebing dan selancar angin. Kerja sama ini berlaku mulai Oktober 2022 hingga Desember 2022.

READ  USA Cricket mengungkapkan utang $ 650.000 dan mengkonfirmasi pembatalan kejuaraan nasional pria

Oktohari mencatat kerjasama dua arah ini diharapkan dapat mendukung Program Indonesia Olympic Champions untuk meningkatkan jumlah atlet Indonesia yang lolos kualifikasi Olimpiade dalam jangka pendek.

Sementara itu, dalam jangka panjang, diharapkan dapat mendukung percepatan Rancangan Besar Olahraga Nasional (DBON) yang ditetapkan pemerintah sebagai roadmap lima besar Olimpiade 2045.

Selain Hungarian Olympic Committee, KOI sebelumnya menjalin kerjasama dengan NOC Qatar dan beberapa federasi internasional, seperti International Judo Federation (IJK) dan International Federation of Swimming (FINA).

Berita Terkait: Indonesia siap menjadi tuan rumah World Beach Games di ANOC
Berita Terkait: Negosiasi KOI-ANOC untuk Pencak Silat di World Beach Games 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *