Indonesia menetapkan protokol kesehatan yang ketat untuk KTT G20, menyoroti pentingnya kesiapsiagaan pandemi



Ani |
diperbarui:
14 Maret 2022 13:34 IST

Jakarta [Indonesia], 14 Maret (ANI/PRNewswire): Dalam perjalanan menjadi tuan rumah KTT G20 di Bali pada 15-16 November, Kementerian Kesehatan RI akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sebagai upaya pencegahan COVID-19. Sistem ini akan berfungsi sebagai panduan untuk setiap kegiatan selama KTT.
Tema utama Kepresidenan G20 Indonesia adalah “Recovery Together, Recovery Is Stronger”, yang mendorong semua negara untuk bekerja sama mencapai pemulihan global yang lebih berkelanjutan seiring pandemi global yang terus melanda semua sektor kehidupan.
“Bubble system sejalan dengan kerangka global pencegahan epidemi saat ini. Ini adalah skema koridor perjalanan yang bertujuan untuk mengurangi risiko potensi transfer dengan memisahkan peserta KTT dari publik di hotel, venue, dan fasilitas pendukung lainnya untuk setiap acara atau pertemuan selama dan menjelang KTT,” katanya. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19, Kementerian Kesehatan RI.
Empat gelembung terpisah akan dibuat. Gelembung pertama adalah untuk delegasi dari negara-negara G-20, termasuk rombongan utama mereka. Gelembung kedua untuk peserta publik dan jurnalis G20, dengan gelembung ketiga disiapkan untuk penyelenggara KTT dan pejabat lapangan. Gelembung keempat untuk semua eksekutif dan staf pendukung yang terlibat dalam urusan KTT.
Sistem gelembung tertutup serupa yang diterapkan di Olimpiade Beijing Februari lalu berhasil, menurunkan tingkat infeksi COVID-19 menjadi 0,01% sepanjang acara. Ini juga akan digunakan pada Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA) ke-31 di Hanoi, Vietnam, pada Mei 2022.
Amanat untuk vaksinasi, pemeriksaan kesehatan rutin, dan pemeriksaan COVID-19 juga akan menjadi bagian dari langkah-langkah selama KTT G20 di Bali. Sebelum kedatangan mereka, semua peserta harus menerima vaksinasi ganda dan dapat menunjukkan sertifikat vaksinasi mereka. Mereka juga harus menyerahkan hasil PCR negatif yang memakan waktu maksimal tiga hari sebelum mereka berangkat. Selama KTT, mereka harus menjalani tes antigen harian atau tes PCR setiap tiga hari sekali selama mereka tinggal di area sistem gelembung.

READ  Katrina Kaif Berbagi Video Seru Dari Latihan Menari Dengan Koreografer "Tiger 3" di Turki | Berita Film Hindi - Bollywood

Kementerian Kesehatan Indonesia berkomitmen untuk menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi bagi semua orang yang tinggal di Indonesia, dan untuk menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan tangguh di seluruh negeri. Kami berusaha untuk kepemimpinan yang efektif di sektor kesehatan melalui standar kualitas kesehatan, kebijakan dan undang-undang.
“Bubble system sejalan dengan kerangka global pencegahan epidemi saat ini. Ini adalah skema koridor perjalanan yang bertujuan untuk mengurangi risiko potensi transfer dengan memisahkan peserta KTT dari publik di hotel, venue, dan fasilitas pendukung lainnya untuk setiap acara atau pertemuan selama dan menjelang KTT,” katanya. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19, Kementerian Kesehatan RI.
Empat gelembung terpisah akan dibuat. Gelembung pertama adalah untuk delegasi dari negara-negara G-20, termasuk rombongan utama mereka. Gelembung kedua untuk peserta publik dan jurnalis G20, dengan gelembung ketiga disiapkan untuk penyelenggara KTT dan pejabat lapangan. Gelembung keempat untuk semua eksekutif dan staf pendukung yang terlibat dalam urusan KTT.
Sistem gelembung tertutup serupa yang diterapkan di Olimpiade Beijing Februari lalu berhasil, membawa tingkat infeksi COVID-19 turun menjadi 0,01% sepanjang acara. Ini juga akan digunakan pada Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA) ke-31 di Hanoi, Vietnam, pada Mei 2022.
Amanat untuk vaksinasi, pemeriksaan kesehatan rutin, dan pemeriksaan COVID-19 juga akan menjadi bagian dari langkah-langkah selama KTT G20 di Bali. Sebelum kedatangan mereka, semua peserta harus menerima vaksinasi ganda dan dapat menunjukkan sertifikat vaksinasi mereka. Mereka juga harus menyerahkan hasil PCR negatif yang memakan waktu maksimal tiga hari sebelum mereka berangkat. Selama KTT, mereka harus menjalani tes antigen harian atau tes PCR setiap tiga hari sekali selama mereka tinggal di area sistem gelembung.
Kementerian Kesehatan Indonesia berkomitmen untuk menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi bagi semua orang yang tinggal di Indonesia, dan untuk menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan tangguh di seluruh negeri. Kami berusaha untuk kepemimpinan yang efektif di sektor kesehatan melalui standar kualitas kesehatan, kebijakan dan undang-undang.
Cerita ini disediakan oleh PRNewswire. ANI tidak akan bertanggung jawab dengan cara apa pun atas isi artikel ini. (Ani/PRNewswire)

READ  Sonu Nigam, istri Madhurima dan putranya positif COVID-19 di Dubai: Kita harus hidup dengannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *