Indonesia menawarkan insentif investasi untuk modal baru

Proyek raksasa tersebut mencakup pemindahan ibu kota ekonomi terbesar di Asia Tenggara dari Jakarta yang padat ke wilayah terbelakang di Pulau Kalimantan. Pembangunan awal dimulai beberapa bulan lalu.

Bambang Susantono, Kepala Badan Permodalan Nasional Nusantara, yang mempelopori proyek tersebut, mengatakan pemerintah sedang menyelesaikan peraturan yang akan memberikan “beberapa insentif finansial dan non-finansial” untuk membuka bisnis di Nusantara.

Pemerintah mengatakan akan mendanai hanya seperlima dari biaya modal baru dan investor akan membiayai sisanya.

Bank Pembangunan Asia mengatakan akan membantu Indonesia mengumpulkan dana.

Bambang menambahkan, Presiden akan segera memimpin kampanye promosi investasi dan membahas prospek bisnis dengan calon investor.

“Mudah-mudahan pada pertengahan Oktober kami akan memiliki ini dan mengundang calon investor dan kami dapat berdialog,” katanya, seraya menambahkan bahwa pemerintah akan menjelaskan apa yang ingin dibangun dan mencari masukan tentang kondisi apa yang menarik bagi bisnis.

Namun, pemerintah mungkin perlu menghadapi keraguan tentang kelangsungan proyek kapitalis.

Sebuah survei bulan Juni oleh Pusat Studi Strategis dan Internasional Indonesia menemukan bahwa hampir 59% dari 170 ahli yang diwawancarai tidak yakin Nusantara akan terwujud, dengan alasan ketidakpastian tentang pendanaan dan manajemen.

(Laporan tambahan oleh Bernadette Christina Munth; Ditulis oleh Francesca Nangue; Disunting oleh Martin Petty)

READ  Anda bebas men-tweet: Pesan mengungkapkan kejatuhan Elon Musk - Parag Agrawal | berita Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *