Indonesia Fokus pada Keterampilan Profesional Pariwisata: Uno

Ke depan, para profesional pariwisata diharapkan tidak hanya mengembangkan keterampilan dan bakatnya di kawasan ASEAN tetapi juga di negara lain, seperti Jepang, Korea, Australia, dan Selandia Baru.

Jakarta (Antara) – Indonesia akan fokus meningkatkan kualitas profesional pariwisata di kawasan ASEAN dengan mengadopsi teknologi untuk mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif pada 2022, kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaja Ono.

“Ke depan, para profesional pariwisata diharapkan tidak hanya mengembangkan keterampilan dan bakat mereka di kawasan ASEAN tetapi juga di negara lain, seperti Jepang, Korea, Australia, dan Selandia Baru,” katanya.

Dalam acara virtual pada Rabu, ia melihat peningkatan kapasitas profesional pariwisata dapat menjadi semacam investasi untuk pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dia menegaskan, hal itu karena investasi ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemulihan ekonomi di daerah tertentu.

Kedepannya, mungkin keberhasilan sektor pariwisata di kawasan ASEAN dapat diukur tidak hanya dari jumlah kunjungan wisatawan internasional tetapi juga dengan melihat peningkatan jumlah tenaga profesional pariwisata yang terampil di kawasan tenggara.

Untuk itu, Menkeu mendorong semua pihak di kawasan ASEAN untuk memberikan dukungan dalam pemberdayaan talenta terbaik untuk memfasilitasi pemulihan sektor pariwisata, ekonomi kreatif dan pembukaan peluang usaha.

“Dukungan kami akan diperluas ke program dan kegiatan yang lebih parsial yang dapat didiskusikan dalam diskusi pribadi atau melalui diskusi kelompok kerja,” kata Ono.

Berita terkait: Garuda luncurkan program Wisata Nusantara untuk mempercepat pemulihan pariwisata

Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Jerry Adenani mengatakan, pihaknya telah melakukan banyak kegiatan dalam upaya meningkatkan keterampilan para profesional pariwisata.

Kegiatan tersebut antara lain pengembangan keterampilan dalam Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) dan penyelenggaraan kegiatan di kawasan ASEAN sesuai dengan standar kompetensi.

READ  Hasil putaran keempat IUAE-CEPA dalam perjanjian substantif

Ia menambahkan, “Selain itu, kerjasama juga dilakukan dengan pola kemitraan publik-swasta untuk membantu meningkatkan keterampilan profesional pariwisata dan penggunaan teknologi.”

Berita terkait: Borobudur Edupark dibuka untuk pengunjung dan menampilkan seni Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *