Eksodus Idul Fitri tingkatkan ekonomi daerah dan nasional: legislator

Jakarta (Antara) – Kegiatan imigrasi massal pada hari raya 2022 telah mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional, kata Gospardi Jos, anggota Komite II DPR.

“Otorisasi untuk keluar tahun ini sudah menjadi peluang vital untuk menjaga perekonomian tetap berjalan, terutama didukung oleh belanja publik dan konsumsi,” kata Goss dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Goss mencatat bahwa hampir semua wilayah di negara itu menyaksikan efek positif dari Keluarnya Hari Nasional pada tahun 2022. Dia mencatat bahwa jumlah peserta eksodus diperkirakan mencapai lebih dari 89 juta orang.

Dia menjelaskan, “Jika kita berasumsi bahwa setiap warga negara menghabiskan rata-rata 1,5 juta rupee di kampung halamannya, maka ini berarti ada lebih dari 120 triliun rupiah uang yang beredar di daerah.”

Berita terkait: Masyarakat harus mendukung pelacakan COVID-19 untuk mencegah lonjakan kasus: Asmoro

Legislator menjelaskan bahwa perpindahan menyebabkan peningkatan pengeluaran masyarakat, seperti hotel atau perumahan, seni kuliner dan oleh-oleh yang dijual oleh usaha mikro, kecil dan menengah.

Karena itu, dia menilai eksodus repatriasi tahun ini berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama di kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah. Pelarian repatriasi juga mendukung peredaran uang di daerah yang diperkirakan mencapai 75 persen dari total belanja repatriasi.

“Kami berharap libur Idul Fitri ini dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di desa, semakin banyak uang yang beredar di daerah maka perekonomian masyarakat desa juga meningkat,” ujarnya.

Berita terkait: Menpar lihat perbaikan penanganan eksodus lebaran

Tahun ini, untuk pertama kalinya sejak merebaknya pandemi COVID-19, pemerintah Indonesia mengizinkan masyarakat untuk mudik ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri mengingat membaiknya situasi epidemi di tanah air.

READ  GoPlay luncurkan dana Rp15 miliar untuk dukung ekonomi inovatif Indonesia

Pemerintah juga telah mendesak orang-orang yang bergabung dengan eksodus repatriasi untuk menyelesaikan vaksinasi awal dan booster. Mereka yang tidak memenuhi persyaratan vaksinasi dihimbau untuk menunjukkan hasil tes COVID-19 negatif.

Berita terkait: Menteri harus lurus dalam menjalankan agenda presiden: KSP RI

Berita terkait: Kunjungan Baswedan ke Eropa bertujuan untuk menjajaki kerjasama pembangunan subway

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *