Covid-19 mengekspos kerentanan yang perlu diperbaiki: ombudsman

Sedangkan untuk dosis booster ketiga atau baru, hanya diberikan 20 persen dari populasi (suntikan).

Jakarta (Antara) – Virus COVID-19 tidak merusak apa pun, tetapi telah mengungkap kelemahan dalam sistem negara yang perlu diperbaiki, kata anggota Ombudsman Indonesia Robert Na Indi Gawing.

Selama diskusi hipotetis berjudul “Pemantauan Layanan Publik Pasca Epidemi di Wilayah” pada hari Senin, ia mencatat bahwa virus yang menyerang sistem pernapasan telah menguji ketahanan dan kelemahan pemerintah dalam menghadapi epidemi.

Ombudsman mencatat ada banyak sektor yang telah diuji virus tersebut, antara lain kesehatan, ketertiban sosial (social capital), ekonomi dan efektivitas pemerintahan.

Di bidang kesehatan khususnya, aspek penting untuk dipahami adalah aspek yang terkait dengan variabel baru yang harus diperhatikan.

Berita terkait: Gisaid+ untuk meningkatkan respons negara terhadap epidemi: Kementerian

Dalam waktu dekat, Ombudsman akan melakukan pemeriksaan langsung di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran COVID-19.

Tujuannya adalah untuk memeriksa kesiapan pemerintah untuk kemungkinan gelombang baru coronavirus novel.

Ombudsman mendesak pemerintah, termasuk para pemangku kepentingan yang relevan, untuk terus memperluas vaksinasi di negara itu karena jumlah orang yang menerima dosis pertama belum mencapai 100 persen.

Selain itu, 20 persen penduduk masih belum mendapatkan dosis kedua.

“Sementara itu, untuk dosis ketiga atau dosis booster baru, hanya 20 persen dari populasi yang diberikan[suntikan],” kata Going.

Berita terkait: G20 bekerja sama dalam dana intermediasi keuangan untuk mengatasi epidemi di masa depan

Dia merasa bahwa Kementerian Kesehatan, bersama dengan lembaga -lembaga lain yang membantu dalam mempercepat vaksinasi, seperti polisi, tentara dan Badan Intelijen Negara (BIN), harus lebih memperhatikan masalah ini.

READ  Ya, direksi bank akan mempertimbangkan masalah penggalangan dana pada 21 Desember

Sebab, vaksinasi merupakan kunci untuk menjaga ketahanan masyarakat untuk mencegah infeksi COVID-19, termasuk dari varian baru yang diyakini terus berkembang.

Ombudsman mengingatkan pemerintah di pusat dan daerah untuk memperhatikan masalah ini agar variabel baru tidak menimbulkan gelombang korban baru.

Berita terkait: Penguatan infrastruktur kesehatan global melalui Forum G20

Berita terkait: Kesalahpahaman bahwa pandemi telah berakhir: Direktur Jenderal WHO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *