25 hilang setelah feri tenggelam di Indonesia

Jakarta, 29 Mei (AP) – Tim penyelamat di Indonesia sedang mencari 25 orang yang hilang setelah sebuah kapal feri tenggelam di Selat Makassar di provinsi Sulawesi Tengah, kata para pejabat, Minggu.

Sebanyak 42 orang berada di kapal itu ketika tenggelam dalam cuaca buruk Kamis pagi saat bepergian dari pelabuhan di Makassar ke Pulau Kalmas di Kabupaten Pangkep, kata Djunaedi, kepala Badan SAR Nasional Sulawesi Selatan.

Seperti kebanyakan orang Indonesia, Djunaedi hanya memiliki satu nama.

17 orang kemudian diselamatkan, termasuk beberapa oleh dua kapal tunda yang berada di laut pada saat kejadian.

Djunaedi mengatakan badan pencarian dan penyelamatan menerima informasi baru pada hari Sabtu tentang lokasi kapal feri yang tenggelam dan mengirimkan kru ke daerah tersebut.

Dua kapal feri dan satu kapal SAR dan kapal nelayan lokal terlibat dalam pencarian penumpang yang hilang.

Tragedi feri adalah hal biasa di Indonesia, negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau di mana feri sering digunakan sebagai transportasi dan peraturan keselamatan bisa hilang.

Pada tahun 2018, sebuah feri yang penuh sesak dengan sekitar 200 orang di dalamnya tenggelam di danau kawah gunung berapi yang dalam di provinsi Sumatera Utara, menewaskan 167 orang.

Pada bulan Februari 1999, sebuah kapal penumpang yang penuh sesak dengan 332 orang di dalamnya tenggelam dalam salah satu bencana terburuk di negara itu. Hanya ada 20 orang yang selamat. (AP) CPS

(Penafian: Cerita ini dibuat secara otomatis dari umpan sindikasi; hanya gambar dan judul yang boleh diedit oleh www.republicworld.com)

READ  "Mengapa semua orang sangat menyukai Berlin?" | gaya hidup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *