oleh

Enggan Berlakukan PSBB, Simak Alasan Gubernur

Nihil penambahan pasien selama seminggu, kasus positif virus Corona (Covid19) di Sulawesi Utara naik secara signifikan, Minggu (10/5/2020).

Tak tanggung-tanggung, Sulut ketambahan 24 kasus positif di akhir pekan. Kini Provinsi Sulut mengoleksi 71 pasien positif Covid19.

Meningkatnya positif Corona di Sulut, membuat banyak warga Sulut mendesak pemerintah Provinsi segera mengusulkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Alasannya, masih banyak warga yang tidak disiplin menerapkan Physical Distancing. Bahkan, terpantau Manadopedia, banyak titik yang kini mulai dipenuhi keramaian orang.

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey memiliki alasan tersendiri belum mengajukan PSBB kepada Menteri Kesehatan.

Ketika memimpin rapat dengan jajaran Forkopimda Sulut dalam rangka pembahasan PSBB, Olly menegaskan kembali dirinya tidak akan mengajukan hal tersebut.

PSBB memang memiliki banyak konsekuensi yang harus diambil baik sebagai pemerintah maupun masyarakat. Ada hukuman yang harus diterapkan ditengah-tengah masyarakat apabila melanggar ketentuan dari pemerintah.

Olly juga menyebut dia telah mendapat banyak masukan, yang mengusulkan segera menetapkan Sulut sebagai salah satu daerah PSBB.

“Saya dapat banyak masukan termasuk pengusulan itu. Namun ditegaskan lagi, saya tidak akan mengusulkan PSBB karena akan berdampak pada faktor ekonomi,” kata Olly dalam rapat melalui video teleconference bersama jajaran Forkopimda Sulut.

Menurutnya, dengan penerapan PSBB dipastikan perekonomian Sulut tidak dapat bergerak. Olly juga berharap masyarakat harus patuh dan disiplin dalam mengikuti anjuran pemerintah.

“PSBB akan berdampak pada masalah ekonomi. Marilah kita semua disiplin dalam mengikuti imbauan pemerintah,” ujarnya.

Baca juga: Banyak Warga tak Disiplin, Walikota Bicara PSBB

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI menetapkan Kota Tomohon menjadi wilayah zona merah penyebaran Corona di Sulut.

Jubir gugus tugas Covid19 Kota Tomohon, Yelly Potuh menyebut Kemenkes telah menetapkan Kota Tomohon masuk dalam wilayah zona merah.

“Kemenkes menetapkan Kota Tomohon sebagai wilayah zona merah Covid19,” kata Potuh.

Diketahui, Kota Tomohon menjadi salah satu daerah penyebaran Covid19 tertinggi di Sulut.

Penetapan Tomohon sebagai zona merah menjadi pertanyaan sebagian besar warga. Mereka menanyakan apa standar ukuran yang dipakai oleh Kemenkes.

“Kemenkes harus memberi penjelasan kepada warga kenapa harus dijadikan zona merah. Karena jumlah pasien positif Tomohon lebih sedikit dibandingkan dengan daerah lain di Sulut,” ujar Gerry Kalalo warga Kakaskasen, Tomohon.

Penulis : Emmanuel Athlon

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed