oleh

Telat 10 Hari, Warga Mapanget Akhirnya Terima Bantuan

Warga di Kecamatan Mapanget Kota Manado kini bisa bernafas lega. Setelah menunggu lebih dari 10 hari akhirnya Dinas Sosial membagikan bantuan sembako Covid19 di Kecamatan Mapanget, Selasa (5/5/2020) siang.

Bantuan ini telat sekitar 10 hari dari pertama kali bantuan disalurkan sejak tanggal 24 April yang lalu.

Bantuan diserahkan oleh Dinas Sosial dan diterima langsung oleh Camat Robert Dauhan di Kantor Kecamatan Mapanget.

Kepada Manadopedia.com, Dauhan mengatakan bantuan ini akan langsung diserahkan ke kelurahan yang ada di Mapanget.

“Bantuan sembako akan didistribusikan langsung ke kelurahan-kelurahan. Nanti dari lurah langsung disalurkan kepada warga yang menerima,” katanya saat berbincang dengan wartawan media ini.

Dia menambahkan, untuk Kecamatan Mapanget, dari daftar penerima yang dimasukan kepada Dinas Sosial, terdapat lebih dari 6 ribu kepala keluarga yang berhak menerima bantuan dari Pemkot Manado.

“Ada enam ribu lebih, pokoknya hampir tujuh ribu. Dan ini akan kami salurkan langsung hari ini. Bila cuaca bagus akan selesai, kalau tidak akan dilanjutkan besok,” tambah dia.

Dan untuk warga berhak mendapat bantuan namun tidak terdata pada bantuan kali ini, akan didata kembali untuk mendapat bantuan pada penyaluran susulan.

“Apabila setelah selesai pembagian dan ada warga yang belum dapat, harap melapor ke pala atau lurah supaya didata lagi. Mereka akan mendapat bantuan susulan,” terangnya.

Dikatahui, sebelumnya warga Mapanget mempertanyakan paket sembako berupa Beras premium 10 kilogram, 10 bungkus mie instan, 2 kg minyak goreng, ikan kaleng 10 buah dan 3 bungkus kopi bubuk belum juga datang.

Keluhan mereka langsung direspon cepat oleh legislator Franseska Julia Kolanus (FJK) dengan menghubungi langsung Kepala Dinas Sosial, Sammy Kaawoan pada Sabtu (2/5/2020) malam.

Sesuai dengan keterangan kadis, FJK menyebut salah satu penyebab terlambatnya penyaluran sembako karena distributor hanya mengantarkan sembako sebanyak 2 truk per hari.

 Selain keterbatasan stok dari distributor, petugas yang bekerja untuk menyiapkan sembako juga terbatas, karena harus bekerja dengan menerapkan jarak (Physical distancing), mereka juga kerja dengan pembagian sift, kata Kolanus.

Srikandi Partai Demokrat Manado ini mengharapkan peran serta masyarakat untuk bersabar, karena ketersediaan stok sembako tetap ada.

Warga jangan takut, sembako tetap tersedia dan tidak habis, karena tiap hari distributor lakukan pengiriman sebanyak 2 truk, tambahnya.

Penulis : Lala Nvidia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed