oleh

Masyarakat Geram, Denny Siregar- Ferdian Paleka Girang

Ada-ada saja ulah buzzer dan youtuber zaman now. Tak peduli sedang berada di bulan suci Ramadan, apa saja akan mereka kerjakan demi klik dan subscriber. Mengejar pundi rupiah.

Teranyar, Buzzer spesialis pembela pemerintah, Denny Siregar kini membuat para loyalis presiden VI RI, SBY meradang.

Ini bermula ketika istri putra SBY, Agus Harimurti Youdhoyono, Annisa Pohan keberatan saat Denny Siregar menyerang anak mereka, Almira Yudhoyono. Hal tersebut berkaitan dengan masukan SBY terhadap pemerintah soal penanganan Covid19 di Indonesia.

Memang tak sepantasnya Desi (singkatan populer nama Denny Siregar) menyeret anak dalam olokan politiknya. Beruntung AHY, mampu bersabar sekaligus memberi balasan berkelas untuknya.

Desi memang terkenal dengan tulisan-tulisannya yang memerahkan kuping. Namun kelamaan, tulisannya makin tendensius. Desi terkesan seperti anjing penjilat dan penyalak.

Jika pemerintah dikritik, meski itu kritik membangun, Desi bersama buzzer lain seperti Abu Janda tampil terdepan pasang badan. Mereka tak pernah ikhlas pemerintah dikritik, salah ataupun benar.  

Mantan presiden, Tokoh militer, Jurnalis, Ulama juga pernah diserang. Seakan mereka tahu segalanya, dan jauh lebih pintar. Modalnya hanya muka tebal dan tahan malu.

Memang secara objektif, pemerintah perlu dibela ketika ada kritikan  berbau fitnah. Ada hal-hal yang harus disampaikan kepada masyarakat. Sebaliknya, jika pemerintah ada kekhilafan, harus ada pihak yang mengingatkan.

Namun tidak bagi Denny Siregar. Ketika argumennya dipatahkan dan menuai malu, dia tak sungkan menyerang membabi buta, tendensius dan menyerempet SARA.

Tampak jelas, dia gagal moveon soal permasalahan baheula, Ahok vs Anies. Ujung-ujungnya dia pasti menyenggol Rizieq dengan Firzanya.

Pernah ketika Desi diundang di ILC, dia tergagap-gagap dalam acara tersebut. Usai acara dia membela diri dan mengritik acara tersebut, blablabla.

Sang pemilik acara hanya membalasnya dengan peribahasa melayu ‘Kalau kamu tak pandai menari, jangan lantai kamu bilang terjungkat (jangan lantai yang kamu salahkan). Artinya, jika tak pandai jangan banyak mencari alasan pembenaran. Telak dan nabok memang.  

Jika ada yang geram dengan tulisannya, meski berbau SARA dan provokatif, Denny Siregar senang. Itulah yang diinginkannya, menambah like and subscriber demi segepok rupiah. Desi sudah banyak kali dilaporkan ke pihak kepolisian. Entah kenapa hingga kini belum ada laporan yang berproses.

Sama halnya dengan youtuber Ferdian Paleka. Baru-baru ini dia membagikan bingkisan Ramadan untuk para waria di jalanan. Parahnya, ternyata bantuan itu tak tulus. Dus Mi instan ternyata berisi sampah.

Bukan hanya untuk waria, para anak-anak yang ronda membangunkan sahur, juga dikerjai dengan sampah. Hasilnya, Ferdian bersama teman-temannya tertawa girang. Tak hitung tiga, video tersebut langsung menuai hujatan. Video prank menggunakan sampah yang memang sampah.

Tak cukup sampai di situ, Paleka tampil meminta maaf tapi bohong. Sontak, masyarakat kembali dibuat geram. Video ini bahkan sudah dilaporkan ke pihak kepolisian.

Sikap Desi dan dan Paleka, hanya sebagian kecil dari tingkah warganet +62, yang memang di luar logika. Banyak lagi mereka yang rela melakukan hal kontroversial demi menaikkan nama sekaligus mempertebal kantongnya. Meskipun membuat masyarakat geram dan murka.

Entah siapa yang harus disalahkan dalam hal ini. Pihak yang harusnya mengawasi, masyarakat yang senang dengan tindakan mereka, masyarakat yang geram atau?

Wallahualam…

Penulis: Kayla Carissa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed