oleh

Bawa Bom, Tiga Nelayan Dibekuk

Keseriusan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bolmong Timur (Boltim), dalam melakukan pengawasan nelayan dan pencurian ikan di perairan harus diacungi jempol.

Terbukti, Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil membekuk tiga oknum nelayan yang diduga menangkap ikan menggunakan bom.

Mereka ditangkap oleh Kapal Pengawas Perikanan Hiu 02, pada posisi koordinat 0048.350′ LU dan 12441.200′ BT, Sabtu (2/5/2020).

Dari tangan tersangka diamankan barang bukti berupa, ikan hasil tangkapan yang dilakukan menggunakan bom, kompresor, dua botol bom ikan, kaca mata selam, satu unit jaring serta perahu motor tempel.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Boltim, Erna Mokodongan menyebut, ketiganya merupakan Target Operasi (TO) pihak DKP selang waktu dua bulan terakhir.

“Mereka memang menjadi target kita selama dua bulan terakhir ini,” katanya kepada Manadopedia.com, Senin (4/5/2020).

Mokodongan menjelaskan, berdasarkan laporan dari masyarakat, dalam mencari ikan, ketiga nelayan kerap menggunakan bahan peledak jenis bom ikan, setrum serta jenis potasium dan bahan jenis racun sianida.

“Laporan masyarakat mereka memang menggunakan bom saat melaut. Kini barang bukti sudah disita,” jelasnya.

Menurutnya, ketiga pelaku tersebut dapat dikategorikan sebagai bentuk pelaku perusakan ikan (destructive fishing) melalui pengeboman.

Apalagi wilayah pengeboman mereka cukup luas, yaitu meliputi wilayah perairan arah Timur Pulau Kumeke Kotabunam, Kabupaten Boltim.

Tertangkapnya ketika pelaku pengeboman ikan karena pihaknya terus melakukan komunikasi rutin dengan Tim Pengawasan Laut Propinsi Sulawesi Utara.

“Mereka tertangkap karena koordinasi kita dengan Tim Pengawasan Laut Provinsi Sulut terus dilakukan,” sebut dia.

Lebih jauh ditambahkannya, apabila pelaku destructive fishing lolos dari pengejaran petugas, maka mereka akan terus melakukan aksinya.

Hal ini bisa merusak ekosistem dan biota laut, serta terumbu karang di wilayah perairan pesisir Boltim mulai dari pesisir Kotabunan, Tutuyan, Motongkad hingga Nuangan.

“Mereka sangat berbahaya karena bisa merusak seluruh ekosistem laut di Boltim,” tambahnya.

Kini ketiganya telah diamankan kantor PSDKP Bitung. Dan pelaku yang tertangkap merupakan warga Kotabunan dan dua tersangka lainnya berasal dari wilayah tetangga.

“Mereka sementara ini ditangani langsung PSDKP Bitung, Kami sudah melakukan komunikasi dan soal sanksi kepada mereka akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” jelas mantan Sekertaris BKPSDM Boltim ini.

Penulis : Dacko Timpal

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed