oleh

Kurang Pengetahuan, Bupati Kontroversial ini Tolak Pekuburan Covid19

Bupati Minahasa Utara (Minut), Vonny Panambunan kembali menjadi sorotan usai melakukan penolakan terhadap rencana pengadaan lahan pekuburan umum Covid19 di Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut).

Panambunan mengaku tersinggung, karena keputusan Pemprov Sulut tersebut sepihak tanpa koordinasi dengan Pemkab Minut. Dia juga mengaku kecolongan soal penetapan Kantor Badan Diklat Provinsi Sulut, di Desa Watutumou Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara, sebagai rumah singgah isolasi Covid19.

“Pemprov sudah tidak pernah meminta izin kepada Pemkab Minut,” kata Panambunan.

Dia mengaku berada di garda terdepan bersama warga Wori yang melakukan penolakan. Selain masalah kesehatan karena dekat area permukiman, Panambunan menyebut lahan yang dimaksud sebagai areal pertanian warga, juga terdapat sumber mata air.

Respon yang ditunjukkan Panambunan sontak menuai reaksi dari sejumlah pihak. Banyak yang menyayangkan, Panambunan yang notabene seorang bupati, sangat kurang pengetahuan.

Anggota DPRD Sulut, Julius Jems Tuuk menegaskan dari sisi hukum, tindakan Panambunan jelas melanggar undang-undang. Menurutnya itu sudah jelas tertuang dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Darurat Bencana, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Tambah dia, ada juga Peraturan Gubernur Nomor 8 Tahun 2020 tentang Optimalisasi Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Sulawesi Utara.

Tuuk dengan gamblang menyindir Panambunan sebagai bupati bodoh jika bertahan dengan argumentasinya tersebut.

“Maksudnya izin apa? Gubernur harus minta izin bupati untuk lahan pekuburan? Terlebih, lahan tersebut milik pemerintah provinsi. Lihat hierarki pemerintahan, bupati itu di bawah gubernur. Gubernur merupakan perwakilan pemerintah pusat di daerah,” tegasnya.

Tuuk Menyesalkan, seharusnya Panambunan justru membantu Pemprov menyosialisasikan kepada masyarakat, bukan menentang dengan alasan tidak masuk akal.

PERNYATAAN lebih keras datang dari tokoh Pemuda Sulawesi Utara, Jelly Wensy Siwy. Kepada manadopedia, dia mengaku tak habis pikir, landasan paradigma seorang Bupati Minut, Vonny Panambunan.

“Jangan menjadikan masyarakat sebagai tameng . Seharusnya bupati tidak menolak. Itu menunjukkan kebodohan yang absolut. Apa bupati tidak punya tim penasihat yang mengkaji dan memberi masukan?,” geramnya.

Siwy mengaku, alasan yang dilontarkan Panambunan justru hanya menjadikan dirinya subjek bullyan.

“Pahami dulu cara penyebaran virus ini, apa tidak ada yang menjelaskan kepada bupati? Sekadar informasi, pemakaman pasien Covid19, ada prosedur tetap (Protap). Dibungkus plastik, peti mati, plastik lagi, dan dikuburkan dengan kedalaman yang ditentukan. Juga ada disinfektan dan APD. Pemprov juga jelas sudah melakukan kajian kesehatan. Tidak mungkin Pemprov ingin mencelakai masyarakatnya, dan semua juga bisa mengawasinya,” jelasnya.

Baca juga: Makamkan Jenazah Covid19, Bripka Jerry Dapat Hadiah dari Kapolri

Siwy lalu menyentil Panambunan yang justru tak sigap ketika ada kematian warga Minut akibat Covid19.

“Masih ingat jenazah Covid19 asal Minut yang telantar dua jam di Talawaan? Warga takut mendekat, Pemkab tak punya APD. Itu bukti Pemkab Minut gagap dan kurang tanggap. Untung ada polisi yang membantu pemakaman. Setelah viral, Dinkes Minut hanya bisa minta maaf bilang miskoordinasi. Sekarang Pemprov berpikir ke depan, antisipasi untuk kemungkinan terburuk, agar hal seperti itu tidak terulang, malah tak didukung,” katanya.  

Siwy meminta saat ini semua stakeholder harus bersatu memerangi Covid19, apalagi saat ini banyak masyarakat sudah masuk ke ‘situasi memprhatinkan’.

“Untuk sementara, abaikan dulu semua kepentingan politik. Lupakan dulu Pilbup atau Pilgub. Mari fokus untuk kesehatan dan keselamatan masyarakat Sulut,” pintanya.

Sebelumnya, Asisten I Pemprov Sulut, Edison Humiang mengaku bersama Polri dan TNI akan tegas memberikan sanksi bagi pihak yang menghalangi upaya pemerintah tentang pemberantasan Covid19.

Dia juga menyentil kepala daerah yang kurang serius dalam menangani wabah Covid-19.

“Ada yang pura-pura membela kepentingan rakyat padahal terselubung pencitraan,” sindirnya.  

Gubernur Sulut Olly Dondokambey, mengaku menyiapkan lahan sebagai Tempat Pemakaman Umum (TPU) sebagai langkah antisipatif. Hal ini mengacu, karena makin banyak jenazah yang ditolak warga saat pemakaman.

“Pemerintah Provinsi berpikir jauh ke depan. Sedia payung sebelum hujan. Pemprov sudah menyurati kab/kota untuk menyiapkan lahan, namun tak direspon, sementara banyak jenazah kini yang ditolak. Makanya inisiatif Pemprov menggunakan lahan di Wori (ilo-ilo) yang jauh dari permukiman, tentunya akan ada evaluasi dan kajian,” jelas Olly.

Diketahui, Vonny Panambunan memang dikenal sebagai bupati yang kontroversial. Dia pernah menjabat Bupati Minut periode I, Agustus 2005-April 2008. Saat itu dia terjegal kasus korupsi, dan dihukum.

Tahun 2015 lalu, Panambunan kembali mencalonkan diri dan terpilih menjadi Bupati Minut. Dia memang masih dicintai sebagian warganya, karena sifat dermawannya. Panambunan bersama wakilnya Joppy Lengkong dilantik Februari 2016. Sayang, hubungannya dengan sang wakil bupati kini dikabarkan tak akur.

Panambunan kini berniat mencalonkan diri sebagai bakal calon Gubernur Sulut. Dia kemungkinan bersaing dengan petahana, Olly Dondokambey. Ribuan sticker dan balihonya sudah tersebar di Seantero Sulut.

Namanya, sempat menghebohkan publik ketika dirinya ‘berkhianat’ jelang pemilihan Presiden 2019. Panambunan yang menjabat Ketua DPD Gerindra Sulut tiba-tiba memproklamirkan diri menjadi kader Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Hingga kini belum jelas alasannya dia meninggalkan partai Prabowo Subianto, meski ada sas-sus tidak sedap.

Panambunan juga kini masih tersangkut kasus hukum soal dugaan korupsi bangunan Pemecah Ombak, Kabupaten Minut. Dalam sejumlah persidangan namanya nyaring disebut. Namun yang agak janggal, hingga kini dirinya tak pernah dihadirkan sebagai saksi oleh pengadilan.

Penulis: Kayla Carissa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed