oleh

Data Resmi, Ribuan Pekerja di Sulut Kena PHK

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi (Disnakertrans) Sulawesi Utara mencatat, ada ribuan tenaga kerja di Sulut yang harus menerima Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat virus Corona.

Hingga 17 April 2020, Disnakertrans  mengeluarkan data perusahaan yang terdampak pandemi Corona. Dimana ada 316 perusahaan di Sulut harus menutup usahanya.

Dari ratusan perusahaan ini, sektor pariwisata yang paling banyak terdampak. Perusahaan-perusahaan ini tidak beroperasi lagi mulai Maret 2020.

Kepala Dinaskertrans Sulut, Erny Tumundo menyebut dari 316 perusahaan yang terdampak, ada sebanyak 2600 karyawan mereka yang harus di PHK.

“Yang tercatat sampai sekarang ada 316 perusahaan dan paling banyak dari sektor pariwisata. Ada 2.600 karyawan yang harus di PHK dan 3.190 karyawan lainnya dirumahkan tanpa menerima upah,” kata Tumundo usai mengikuti rapat pembahasan LKPJ di DPRD Sulut,  Selasa (22/4/2020).

Lebih lanjut, Tumundo mengatakan pihaknya masih akan terus mendata karyawan yang terdampak akibat Corona.

Dinaskertrans juga telah menerima konsultasi dari beberapa perusahaan, mereka pada umumkan mulai melakukan PHK terhadap karyawannya karena tidak lagi mampu membayar, karena tidak ada pemasukan.

“Kami masih mendata karyawan yang terdampak dan masih ada perusahaan yang melapor bahwa mereka akan melakukan PHK karena tidak mampu membayar upah,” tambahnya.

Dari data ini, terdapat juga ratusan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang masih bekerja di pulhan perusahaan yang ada di Sulut.

“Ada 514 TKA yang bekerja di 60 perusahaan di Sulut. Kami akan mengurusnya  sesuai dengan edaran Kemenhum dan HAM Nomor 11 tahun 2020, tentang pelarangan sementara orang asing masuk ke Indonesia,” katanya lagi.

Untuk karyawan yang di PHK diharapkan bisa mengurus Kartu Pra Kerja yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo.

Sulawesi Utara mendapat kuota Kartu Pra Kerja sebanyak 49.600 orang. Mereka yang dirumahkan dan terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan akan diberikan jaring pengamanan Kartu Pra Kerja.

Diketahui, Presiden Joko Widodo mengeluarkan program Kartu Pra Kerja bagi 2 juta tenaga kerja di Indonesia, dengan alokasi anggaran mencapai Rp10 trilun.

Angka ini naik menjadi Rp20 triliun dan diperuntukkan kepada 5,6 Juta orang penerima, akibat pandemi virus Corona.

Penulis : Lala Nvidia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed