oleh

Sulut Siapkan 400 Miliar, Bolmong Ajukan PSBB

Sejak diumumkan satu bulan yang lalu sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang terjangkit virus Corona (Covid19), situasi Sulut saat ini masih tergolong kondusif.

Walau demikian, antisipasi dari masing-masing kabupaten/ kota sudah dilakukan untuk menekan penyebaran virus mahkota asal Wuhan ini.

Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota telah menyiapkan anggaran daerah untuk perang lawan virus Corona.

Dana sebesar lebih dari Rp404 miliar disiapkan pemprov dan 15 kabupaten/ kota untuk mengantisipasi penyebaran Corona.

Gubenur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey menggeser miliaran dana APBD Provinsi Sulut untuk dialihkan melawan Corona.

Dana ini direncanakan dipakai untuk membangun fasilitas kesehatan, menambah fasilitas isolasi, pengadaan rumah singgah, pengadaan masker hingga laboratorium untuk penanganan Virus Corona.

Tidak hanya itu, dana tunjangan pejabat teras eselon I dan II di lingkungan Pemprov Sulut ditarik.

Di Kota Manado, Walikota Vicky Lumentut mengumpulkan semua kepala SKPD untuk patungan membeli 1000 Alat Pelindung Diri (APD), yang akan dibagikan kepada petugas Kesehatan di puskesmas yang ada di Kota Manado.

Lumentut juga harus mendonasikan gaji Bulan April untuk digunakan dalam keperluan pencegahan Corona.

Sementara itu, Bupati Minahasa Utara, Vonny Panambunan telah melakukan kunjungan ke sudut-sudut wilayah Minut, untuk membagikan sembako dan uang kepada warga.

Bupati Kepulauan Talaud Elly Lasut dan Bupati Bolmong Timur Sehan Landjar juga sudah menyalurkan ratusan ton beras kepada warganya.

Bupati Minahasa Tenggara, James Sumendap telah menjaga ketat akses masuk di tiga pintu utama Kabupaten Mitra, untuk mencegah penularan Corona.

Setiap warga luar Mitra yang masuk harus memiliki surat sehat dari puskesmas atau rumah sakit asal. Mereka juga diharuskan melakukan karantina 14 hari sebelum melakukan aktivitas.

Dari Tanah Totabuan, Bupati Bolaang Mongondow, Yasti Soepredjo Mokoagouw, telah mengirim Surat kepada Menteri Kesehatan untuk ditetapkan sebagai daerah Pembatasan Sosial berskala Besar (PSBB).

Semua cara telah dilakukan oleh pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid19. Sekarang saatnya masyarakat harus ikut membantu dengan mengikuti semua imbauan yang dikeluarkan pemerintah.

Rincian anggaran Penanganan Virus Corona :

Pemprov Sulut                                     : Rp. 96 miliar

Kabupaten Bolmong                            : Rp. 6.723 miliar

Kabupaten Bolmong Selatan              : Rp. 12.981 miliar

Kabupaten Bolmong Timur                : Rp. 27.626 miliar

Kabupaten Bolmong Utara                 : Rp. 22.190 miliar

Kabupaten Kepulauan Talaud            : Rp. 7.785 miliar

Kabupaten Minahasa                          : Rp. 22.337 miliar

Kabupaten Minahasa Selatan            : Rp. 13.612 miliar

Kabupaten Minahasa Tenggara         : Rp. 27.112. miliar

Kabupaten Minahasa Utara               : Rp. 13.210 miliar

Kabupaten Kepulauan Sangihe          : Rp. 38.980 miliar

Kabupaten Kepulauan Sitaro             : Rp. 12.723 miliar

Kota Bitung                                          : Rp. 25.205 miliar

Kota Tomohon                                      : Rp. 19.555 miliar

Kota Kotamobagu                                : Rp. 27.758 miliar

Kota Manado                                        : Rp. 30.601 miliar

Bolmong Ajukan PSBB

Untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran virus Corona (Covid 19), Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) resmi mengajukan diri sebagai salah satu daerah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo mengajukan surat permohonan tersebut langsung kepada Menteri Kesehatan. Kepada media, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bolmong, Parman Ginano membenarkan hal tersebut.

“Ibu Bupati telah membuat surat pengajuan PSBB. Alasannya karena kasus Covid 19 di Sulawesi Utara terus meningkat,” katanya, Senin (13/4/2020).

Diketahui, suatu daerah bisa mengajukan permohonan PSBB kepada Menteri Kesehatan dengan memenuhi syarat yang telah ditentukan dalam PP Nomor 21 tahun 2020.

Syaratnya adalah daerah tersebut harus ada kaitan epidemiologis dengan kejadian serupa di wilayah lain atau negara lain.

Daerah tersebut memiliki jumlah kasus dan jumlah kematian akibat Covid 19 yang menyebar secara cepat dan signifikan ke beberapa wilayah.

Pemerintah daerah juga harus menyiapkan kebutuhan masyarakat apabila PSBB diberlakukan.

Karena setelah PSBB dimulai, masyarakat akan susah untuk mencari nafkah, karena semua warga dilarang keluar rumah.

Di Indonesia baru Ibukota Jakarta yang menerapkan PSBB. Lalu ada 8 Kota yang akan terapkan PSBB antara lain, Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bekasi, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangeran Selatan.

Penulis : Lala Nvidia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed