oleh

Abaikan Physical Distancing, Ojol: Terima Kasih Pak Jokowi

Ribuan warga pengemudi ojek online (Ojol) memadati Kantor Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), untuk mengambil bantuan dari Pemprov Sulut, Jumat (4/3/2020) siang.

Walau panas dan bedesak-desakan, mereka tetap mengantre demi mendapatkan bantuan sembako berupa, 5Kg beras dan 1 ekor ayam daging.

Dari pantauan manadopedia.com, antrean mengular dari pintu masuk gerbang Kantor Gubernur hingga ke belakang gedung tempat pembagian sembako dilakukan.

Kepada media, Andreas W salah satu pengemudi Grab bike menyebut, dirinya keluar sejak pagi untuk mencari penumpang. Tapi karena sepi orderan, dia memutuskan untuk mematikan aplikasinya dan bergabung dengan teman-temannya yang sedang antre di Kantor Gubenur.

“Dari pagi saya baru dapat dua orderan, itupun hanya dekat. Saya putuskan datang untuk mendapatkan sembako, ini bisa meringankan beban hidup saya bersama istri dan tiga anak saya. Terima Kasih pak Jokowi,” ujarnya.

Diakuinya, sejak musibah Corona terjadi pendapatannya turun drastis. Uang yang didapat hanya untuk makan sehari, hal itu yang membuat dia tidak bisa tinggal dirumah dan mengikuti himbuan pemerintah.

“Kalau saya tidak narik lalu siapa yang akan memberi makan keluarga saya. Kami tahu kalau kami melanggar aturan dan berisiko terkena virus, tapi kami terpaksa. Itu yang saya lakukan, tiap hari kerja di luar rumah, walau orderan sepi,” ungkapnya.

Lain lagi dengan Iwan Setiawan. Driver ojol GoJek yang telah empat tahun menarik penumpang ini, sangat senang ketika ada bantuan dari pemerintah Provinsi Sulut.

“Saya dan teman-teman tahu bahwa apa yang kami lakukan ini salah, kami melanggar physical distancing. Tapi kalau kami tidak lakukan maka kami tidak akan makan,” katanya.

Apalagi menurutnya, dia saat ini menjadi tulang punggung keluarganya, sejak ayahn ya meninggal dua tahun silam.

“Saya adalah anak yatim, sebagai anak tertua saya menjadi tulang punggung bagi ibu saya dan adik-adik saya,” tuturnya kepada Manadopedia.com.

Aksi kumpul-kumpul ojek online oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mendapat pro kontra masyarakat. Ada yang memuji Pemerintah karena membantu warga yang kini kesulitan makan. Namun tak sedikit juga yang mengkritisi caranya.

“Astaga, Pemprov Sulut kumpul ribuan ojek online berbagi sembako. Maksud baik tapi caranya sangat berisiko. Bertentangan dengan anjuran jaga jarak. Bukannya mencegah Covid19 tapi mengundang penyakit,” tulis Joppie Worek, tokoh masyarakat Sulut.

Penulis : Emmanuel Athlon

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed