oleh

Anggaran Jalan-jalan ke Eropa Digeser, Pimpinan Dewan tak Terima

Anggota DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Fateh Mohammad Amar Kosoloi menulis surat terbuka kepada Bupati Minahasa Tenggara, James Sumendap.

Surat terbuka ini ditulis melalui akun media sosial miliknya dan dikirim ke beranda akun grup Kerukunan Kawanua Minahasa Tenggara, Jumat (27/3/2020).

Dalam surat terbuka ini, Amar meminta kepada Bupati Sumendap agar dana BPJS yang sudah tertata dan dianggarkan sebesar Rp.16,1 miliar, bisa segera dibayarkan mulai 1 April mendatang.

Anggota DPRD Mitra termuda ini juga meminta Bupati untuk segera mengalihkan anggaran perjalanan dinas mereka demi kepentingan warga.

“Alihkan perjalanan dinas ke Eropa DPRD Mitra Rp1,2 miliar dan juga perjalanan kepala daerah Rp250 juta untuk rakyat Mitra,” tulis politisi Partai Gerinda ini.

Sebelumnya, tulisan anggota DPRD Mitra Niko Royke F Pelleng juga menghiasi laman beranda akun grup Kerukunan Kawanua Minahasa Tenggara.

Cuitan politisi Nasdem ini diposting tanggal 26 Maret 2020. Melalui tulisannya, Pelleng menyebut bersama beberapa teman anggota DPRD Mitra, telah meminta kepada pimpinan dewan untuk menggeser anggaran perjalanan dinas mereka ke Eropa guna membantu pencegahan Covid19.

Namun disayangkan, dirinya melihat ada pimpinan dewan yang tidak rela untuk membatalkan perjalanan ke eropa.

“Tapi sepertinya ada pimpinan yang memilih jalan-jalan ke luar negeri apabila wabah berakhir,” tulis Pelleng.

Cuitan kedua anggota DPRD Mitra yang berkomitmen melakukan pencegahan terhadap virus Corona di Kabupaten Mitramendapat apresiasi masyarakat.  

“Saya sebagai warga Mitra sangat mendukung penyataan mereka. Itu tanda kepedulian mereka,” kata Ivan Ismail, warga Belang.

Namun ada juga yang menyentil keduanya agar tidak hanya menunjukkan kepedulian lewat media sosial semata.

“Kami berharap mereka (anggota dewan) bisa langsung bereaksi. Bisa perjuangkan anggaran untuk pencegahan Corona dan BPJS. Jangan sampai perjuangan mereka hanya sampai di beranda facebook,” ujar Nando Tumiwa.

Diketahui, Pemkab Mitra juga telah melarang warga untuk melakukan aktivitas di luar rumah, dan tidak kumpul-kumpul.

Bahkan Bupati Sumendap akan memenjarakan warga yang tidak mengindahkan imbauan ini.

Pemkab Mitra juga melakukan penjagaan di pintu-pintu masuk Kabupaten Mitra, untuk melakukan pencegahan terhadap virus mahkota asal negeri Tiongkok ini.

Diketahui, tiga pimpinan DPRD Kabupaten Mitra periode 2019-2024 diisi tiga nama. Mereka adalah Marty Mareyke Ole (PDIP), Tonny Hendrik Lasut (Partai Golkar) dan Katrien Mokodaser (Partai Demokrat).

Penulis : Habel Sirenden

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed