oleh

Manado Lockdown? Simak Pertimbangan Walikota

Penyebaran virus Corona yang semakin cepat di Indonesia membuat banyak pihak yang mendesak pemerintah segera menetapkan karantina wilayah tertentu (lockdown).

Dalam sebuah wawancara yang disiarkan langsung melalui media sosial facebook, Walikota Manado, Vicky Lumentut menyebut, melakukan lockdown adalah hal yang tidak gampang.

Menurut Walikota, penerapan lockdown di wilayah Indonesia termasuk Kota Manado, harus dipikirkan pemerintah secara matang, karena banyak aspek yang harus dipenuhi pemerintah sebelum memutuskan lakukan lockdown.

“Saya bepikir untuk sementara kita melakukan lockdown terhadap diri kita sendiri dulu. Kita harus memiliki komitmen untuk membatasi diri agar tidak kemana-mana,” kata Lumentut, Jumat (27/3/2020).

Lebih lanjut dikatakan walikota, keputusan melakukan lockdown wilayah di Indonesia ada di tangan Presiden Joko Widodo.

Walikota menegaskan Pemkot Mando tidak akan ada kebijakan lockdown wilayah.

Kalau akhirnya akan dilakukan lockdown secara kewilayahan kata dia, berarti pemerintah sudah harus mengambil sikap, karena kebutuhan masyarakat sehari-hari juga harus dipikirkan.

“Artinya kalau kita sudah melakukan penutupan, masyarakat sudah tidak bisa kemana-mana. Pemerintah harus sudah siap menyuplai kebutuhan masyarakat,” jelas Lumentut.

Ditambahkan walikota, tidak mudah pemerintah memberikan bantuan kepada publik, apalagi dalam APBD 2020 tidak dicantumkan.

Kata dia, untuk APBD Manado tidak ada anggaran untuk pencegahan Covid19. Namun ada satu komponen pos yang disebut biaya tak terduga.

“Anggaran pada pos ini bisa digunakan oleh pemerintah untuk mengantisipasi kasus Covid19. Anggaran yang tertera sebesar RP.4 miliar lebih, yang digunakan untuk membiaya pengeluaran tak terduga, seperti wabah virus Corona saat ini,” jelasnya

Menurutnya, warga Kota Manado bisa menerapkan langkah-langkah pencegahan ke arah lockdown seperti, tidak mengadakan pesta orang kawin, ulang tahun, arisan dan kegiatan-kegiatan lainnya yang berpotensi mengumpulkan orang banyak.

“Langkah pencegahan harus kita lakukan bersama. Pemkot juga sudah menurunkan Satpol PP untuk melakukan pembubaran kegiatan-kegiatan dimaksud. Ini dilakukan sebagai langkah pencegahan penularan Corona,” ujarnya.

Khusus untuk kegiatan keagamaan di Manado, Walikota menegaskan Pemkot akan melakukan koordinasi dengan semua pimpinan agama untuk menambah durasi larangan beribadah di tempat-tempat ibadah hingga dua minggu ke depan.

“Saya akan mengajak ketua FKUB untuk bersama BKSUA untuk menyampaikan melalui jalur pimpinan agamanya masing-masing,” tambahnya.

Penulis : Emmanuel Atlhon

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed