oleh

Komitmen, Nasdem Bakal Pilih Vicky Lumentut Calon Gubernur

Konstelasi menuju Pilkada Gubernur Sulawesi Utara, mulai menghangat. Kesolidan PDIP yang tetap menghadirkan dwitunggal petahana, Olly Dondokambey dan Steven Kandouw, akan diuji.

Mengacu aturan 20 persen, Pilkada Sulut 2020, memungkinkan menghadirkan tiga kontestan. PDIP yang mendominasi jumlah kursi DPRD Sulut, jelas bisa mengusung pasangannya sendiri tanpa koalisi.

Satu partai lain juga memiliki hak yang sama, Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Dengan sembilan kursi yang dimiliki, Nasdem pun leluasa menentukan pasangan yang akan dimajukan.

Baca juga: Jalan Tengah, Jokowi Bakal Pilih Maruf Amin

Baca juga: Ini Prediksi Pemenang Pilpres 2019 Hitungan Matematika Politik

Lantas siapa yang akan diusung menjadi bakal calon Gubernur dari Nasdem Sulut?

Mari kita tilik lebih dalam…

Berulangkali, pengurus Nasdem Sulut menyatakan proses seleksi sudah memasuki tahap finalisasi. Tiga nama kini mengerucut, Bupati Minahasa Utara Vonny Panambunan, Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud Elly Lasut dan Walikota Manado Vicky Lumentut.

Melihat tiga kandidat yang tersisa, DPP Pusat Nasdem jelas menghadapi dilema berat. Ketiganya memiliki kapabelitas dan keunggulan masing-masing.

Pengurus partai Nasdem Sulut, dalam setiap kesempatan ketika menyinggung nama yang akan diusung selalu memberikan pernyataan agak menyerempet soal finansial dan cost politic.

Itu terbaca, nama Vonny Panambunan berada di atas angin. Dari sisi finansial, harus diakui nama Panambunan (mungkin) mengungguli dua nama yang lain.

Apalagi dari tiga nama tersebut, Panambunan terlihat paling jor-joran dengan balihonya. Dia juga kerap bersosialisasi berkeliling Sulut, meski kesehariannya masih menjabat Bupati Minut.

Tapi, turunnya SK DPP Nasdem untuk Shintia Rumumpe yang notabene merupakan putri Vonny Panambunan untuk bertarung di Pilkada Minut, mulai menjadi anomali.

Jika kembali mengusung Vonny Panambunan di Pilkada Sulut, jelas akan mendapat reaksi publik. Itu juga secara tidak langsung membenarkan hasil survei Nagara Institut soal paparan politik dinasti.

Saat itu, Direktur Eksekutif Nagara Institut, Akbar Faisal yang juga bagian internal Partai Nasdem merilis hasil yang menyebut, partai Nasdem ada di urutan pertama dengan persentase terbesar mempraktikkan politik dinasti.

Dua nama tersisa, Elly Lasut dan Vicky Lumentut secara kapasitas, dinilai lebih piawai berpolitik ketimbang Vonny Panambunan. Soal retorika dan komunikasi politik, dua nama ini juga lebih unggul.

Elly Lasut tipikal pemikir dan jago strategi. Instingnya hebat soal membaca peluang. Dari kepala Puskesmas dia banting setir menjadi politisi. Dia menjadi Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud yang baru mekar saat itu, pada usia 33 tahun. Setahun berikutnya, Elly Lasut menjadi bupati termuda di Indonesia.

Teranyar, publik mengira Elly Lasut sudah habis karena terkatung-katung tak jelas pelantikannya. Hal ini didasari beda persepsi hukum Kemendagri dengan Pemprov Sulut soal statusnya.

Tetiba, dengan ‘gerakan tanpa bayangan’ tanpa banyak yang tahu, Elly Lasut dan pasangan diundang dan dilantik ekslusif oleh Mendagri, padahal itu bisa dilakukan gubernur.  

Namun, Elly Lasut bukan murni kader Nasdem, meski memiliki ‘orang dalam’ yang bertalian keluarga. Kendala lain, Elly belum sebulan dilantik menjadi Bupati Talaud. Belum ada fondasi kuat yang akan ditinggalkan untuk masyarakat di ujung utara, sesuai dengan janjinya ketika mengikuti Pilkada Talaud.

Setali tiga uang, Vicky Lumentut juga cerdas nan brilian. Publik mesti diingatkan soal kepiawaian Vicky kala berhasil menjadi Ketua Partai Demokrat Sulut tahun 2011.

Dengan pergerakan ‘gesit’, Vicky Lumentut bisa membelokkan dan membalikkan keadaan. Mulai dari mobil penjemputan Ketua Umum hingga lokasi Musda. Saingannya waktu itu tak tanggung-tanggung, Gubernur Sulawesi Utara.

Pun begitu dalam Pileg 2019, Lumentut berhasil membawa Nasdem meraih hasil signifikan. Meski demikian, dia juga berhasil ‘meyisihkan’ suara untuk partai lamanya dan para loyalisnya.

NAMUN, terlepas dari kelebihan masing-masing calon, ada hal yang menjadi koridor dan batasan tegas Partai Nasdem. Satu nama jelas mengapung sendirian.

Jika menilik pernyataan pengurus DPP Nasdem pada hari peringatan anti korupsi 9 Desember 2019, satu nama benderang tampak berbeda dibanding dua pesaingnya.

Ketua DPP Nasdem, Willy Aditya menyebut partainya memiliki standar tinggi dan tak akan mengusung eks koruptor dalam Pilkada.

Sama halnya pernyataan Wakil Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Ahmad Ali. Menurutnya kebijakan partai itu sudah menjadi harga mati dan tak perlu didiskusikan.

Itu berarti, jika partai Nasdem komitmen berjalan sesuai khitahnya, jelas sudah nama yang akan diusung, Walikota Manado Godbless Sofcar Vicky Lumentut.

Baca juga: PDIP Superior, ini Prediksi Pemilik Kursi DPRD Sulut

Baca juga: 1 Juta Orang di GBK, Tanda Kekalahan Prabowo-Sandi

Publik kini menunggu, siapa pasangan yang akan diusung Partai Nasdem dan akan menjadi lawan petahana. Semua jelas berada di tangan sang ketua Umum, Surya Paloh, dengan hak prerogatifnya.

Tentu dengan mempertimbangkan semua risikonya…

We’ll wait and see…

Penulis: Efge Tangkudung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed