oleh

Astaga, Indomaret Tarik Penjualan Masker Demi Untung Berlipat?

Pengakuan mengejutkan datang dari seorang Ibu asal Manado Sulawesi Utara, Meifa T. Hal itu dibagikan dalam akun media sosial miliknya.

Ibu dua anak ini, termasuk konsumen yang turut mencari masker dan hand sanitizer karena khawatir penyebaran virus corona.

Dia bertutur, seharian mencari kedua barang tersebut di sejumlah toko di Kota Manado. Sejumlah toko indomaret, alfamart dan apotek, dia datangi, tapi apa daya kedua barang tersebut sudah habis.

Senyumnya mendadak mengembang, ketika di sebuah Indomaret Tuminting, dia menemukan hand sanitizer, terpajang dalam rak dagangan.

Seketika dia langsung menyambar barang tersebut  dan bergegas menuju kasir. Nahas, ketika berada depan meja kasir, senyumnya berubah kecut.

“Maaf bu, barang tersebut sudah tidak dijual. Sudah ditarik. Barang tersebut sudah tidak masuk dalam sistem,” kata kasir Indomaret.

Ditanyakan alasan penarikan barang tersebut, kasir Indomaret mengaku tidak tahu dan merupakan kebijakan manajemen.

Parahnya, ternyata menurut kasir Indomaret, masker yang juga diburu masyarakat, ternyata bukan habis terjual. Barang itu sengaja ditarik Indomaret dari pasar penjualan.

Meifa pun mengaku emosinya tak terbendung. Dia menduga para pebisnis sudah melakukan ‘tindakan kotor’ menghadapi kepanikan masyarakat karena penyebaran virus corona.

Mendengar realita ini, Tokoh Pemuda asal Manado, Jelly Siwy mengaku turut geram. Dia meminta aparat dan pemerintah menyeriusi hal ini.

“Jika benar, hal itu harus diusut. Ada kemungkinan barang-barang ditarik kemudian dijual lagi di tempat lain dengan harga berkali lipat,” katanya.

Kata dia, jika hal itu benar terjadi, perbuatan itu sangat terkutuk. Para kapitalis kata Siwy, sengaja mencari keuntungan, sementara masyarakat hidup dalam ketakutan.

“Ini sebuah kejahatan serius jika benar terjadi. Para pebisnis tidak boleh mencari keuntungan di tengah ketakutan masyarakat akibat virus corona,” tegasnya.

Jelly menambahkan, pemerintah bahkan sudah mengeluarkan larangan menimbun keperluan masyarakat terkait corona, kemudian menjual dengan harga tinggi.

“Sudah ada denda dan ancaman kurungan badan. Pemerintah dan anggota Dewan di manado harus segera turun lapangan mengecek kebenaran itu,” jelasnya.

Diketahui, sejak penyebaran virus corona makin meluas, sejumlah barang diburu masyarakat. Yang paling diburu adalah masker dan cairan pembersih tangan (Hand Sanitizer).

Harge masker biasa yang berwarna hijau/ abu-abu yang dijual biasanya satu dos seharga 20 ribu, kini melonjak hingga 200 hingga 300 ribu. Bahkan ada beberapa jenis masker yang kini dijual seharga jutaan rupiah.

Pun begitu, harga hand sanitizer yang dijual biasanya dengan harga 20-30 ribu kini melonjak tajam seharga 100-200 ribu per botol.

Penulis: Kayla Carissa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

News Feed