oleh

Pecah Kongsi, Bupati Buka Dosa Sekda kepada Publik

Robby Ngongoloy sudah mengundurkan diri sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) akhir januari lalu. Tak jelas alasan dirinya mundur.

Namun perlahan, latar belakang mundurnya Ngongoloy mulai terkuak. Ternyata, Bupati James Sumendap marah terhadap Ngongoloy karena melakukan hal di luar pengetahuan orang nomor satu di Mitra tersebut.



Hal ini dikatakan Sumendap ketika melantik pejabat Sekda Mitra yang baru, Jumat (21/2/2020).

 “Dia sudah tidak mampu bekerja bersama saya, karena apa yang dikerjakannya sangatlah berbahaya, apalagi saat berurusan dengan persoalan administrasi di Mitra,” kata Sumendap.

Sumendap secara gamblang membuka ‘dosa’ Ngongoloy kepada publik Mitra.

“Saya mau klarifikasi apa yang sudah dilaporkan Pak Robby. Saya tahu bahwa beliau banyak melakukan hal-hal di luar sepengetahuan saya sebagai bupati. Salah satunya adalah mal praktek administrasi. tapi saya tidak melaporkan hal itu kepada polisi,” jelas Sumendap.

Dijelaskan Bupati Minahasa Tenggara dua periode ini, ada beberapa keputusan penting yang harus diketahui oleh seorang bupati, tapi Sekda tidak melaporkan hal itu.

Salah satunya yang disebutkan Sumendap adalah saat Pemkab Minahasa Tenggara, menantangani kontrak kerjasama dengan BPJS Kesehatan tahun 2019.

“Sudah banyak pelanggaran yang dilakukan, dan itu saya tidak mau dibawa ke ranah hukum. Dia adalah sahabat saya, teman baik saya, oleh karena itu saya meminta untuk mengundurkan diri dengan hormat,” tambanya.

Diketahui, Bupati James Sumendap mengambil sumpah Kepala Inspektorat David Lalandos menjadi Pejabat (Pj) Sekda Mitra.

Kepada Lalandos, Bupati James Sumendap mengatakan bahwa sekda baru hanya bekerja selama tiga bulan, sebelum adanya sekda definif.



“Jabatan ini hanya selama tiga bulan hingga pengangkatan sekda baru. Maka bekerjalah dengan baik dan benar, dan tidak melakukan tindakan-tindakan diluar kewenangan,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Minahasa Tenggara (Mitra), Robby Ngongoloy menyampaikan pengunduran dirinya kepada Bupati pada tanggal 29 Januari 2020.

Tidak diketahui jelas apa alasan pengunduran dirinya saat itu. Namun Ngongoloy hanya menyebut bahwa dirinya ingin berkarir di tingkat provinsi, untuk menambah wawasannya sebagai ASN.

Penulis : Habel Sirenden



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed