oleh

Pemkot Gunakan Insinerator, Lihat yang Terjadi di TPA Sumompo

Sejak difungsikannya mesin Insinerator (alat pembakar sampah) oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado, kendaraan truk pengangkut sampah di TPA Sumompo terlihat sepi.

Dalam pantauan Manadopedia.com pada Selasa pagi, hanya terdapat tidak enam hingga delapan truk sampah yang sedang mengantre untuk membuang sampah.

Situasi ini sangat berbeda dengan hari-hari sebelumnya, dimana truk sampah yang mengantre hingga 40 kendaraan.




Dari pengakuan petugas di TPA, sejak insinerator berfungsi tidak lagi banyak mobil sampah yang datang ke TPA.

“Sudah lima hari ini memang mobil sampah yang datang hanya sedikit. Ini dikarenakan mesin incinerator telah digunakan,” kata Arab, salah satu petugas yang ditemui di TPA Sumompo.

Menurutnya, ini sangat membantu mereka yang bertugas di TPA, karena volume sampah tidak banyak sehingga pekerjaan bisa cepat selesai.

“Memang sangat membantu, apalagi kondisi disini sudah sangat tidak mungkin lagi untuk menampung sampah dengan jumlah besar,” tambahnya.

Sebelumnya, Walikota Manado Vicky Lumentut berharap setelah incinerator difungsikan, sampah bisa diminimalisir sebelum diangkut ke TPA Sumompo.

“Saya yakin 50 persen sampah masyarakat bisa diatasi dengan menggunakan insinerator. Dengan begitu sampah yang sampai di TPA bisa berkurang,” kata Walikota saat meninjau incinerator di Kecamatan Paal Dua.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado, Tresje Mokalu, menyebut Pemkot menyediakan dua jenis Incinerator.

Dua jenis berbeda digunakan untuk membakar sampah masyarakat dan satunya lagi digunakan untuk membakar sampah rumah sakit.

“Incenerator kami tempatkan di Kecamatan Wanea (dua unit), satu unit di Singkil, satunya lagi di Malalayang, dan satu unit di Paal Dua. Sedangkan satu unit khusus untuk digunakan di RSUD Manado.




Diketahui, pengadaan Insinerator oleh Pemkot Manado sempat menjadi bola panas di gedung DPRD Kota Manado.

Pasalnya, proyek yang dibanderol Rp11,5 miliar itu tidak langsung difungsikan sejak ditender pada tahun 2019 lalu.

Saat ini keadaan TPA Sumompo telah penuh, tidak ada lagi lahan yang bisa digunakan untuk membuang sampah.

Pemerintah pusat juga telah menyiapkan lokasi TPA baru di Kampung Ilo-Ilo Wori, Minahasa Utara. Hingga kini proyek Rp152 milliar belum juga selesai ditender.

Penulis : Emmanuel Athlon



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed