oleh

Delapan Tang Sin Siap Beraksi di Cap Go Meh Manado

Perayaan Goan Siao Cap Go Meh tahun 2020 dipastikan bakal meriah. Enam Klenteng yang berada di Kota Manado siap turun ke jalan dengan membawa delapan Tang Sin, Sabtu (8/2/2020).

Persiapan pelaksanaan Cap Go Meh sudah rampung. Panitia terus melakukan pematangan acara.




Ketua Panitia Goan Siao Cap Go Meh 2020, Ridwan Sanyoto menyebut, jumlah Tang Sin yang akan turun lebih sedikit dari tahun lalu.

“Tahun ini cuma ada enam Klenteng yang ambil bagian dalam acara Cap Go Meh. Lalu ada delapan Tang Sin yang akan turun ke jalan, lebih sedikit dari tahun lalu yang mencapai 12 Tang Sin“ kata Ridwan pada perayaan hari kemuliaan di Klenteng Kwan Seng Ta Tie (Kwan Kong) Manado, Kamis (6/2/2020).

Walau hanya diikuti oleh enam Klenteng di Manado, Ridwan menjamin kegiatan Cap Go Meh akan berjalan dengan baik dan meriah.

“Perayaan tahun ini tetap akan meriah seperti perayaan tahun-tahun sebelumnya. Dan saya mengundang semua masyarakat untuk datang menyaksikan kegiatan ini dengan tertib dan aman,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini semua alat-alat yang digunakan dalam sembahyang berupa pedang, tombak, dan alat lainnya sudah dipersiapkan.

“Peralatan yang digunakan sudah siap semuanya,” tambah dia.

“Kaloborasi Tang Sin dan Tarian Kabasaran Minahasa sangat menarik untuk disaksikan. Ini menandakan adanya kesatuan antara perayaan Cap Go Meh dan Tarian Kabasaran dari Minahasa,” pungkasnya.




Diketahui, perayaan Cap Go Meh di Manado telah dilaksanakan sejak dahulu kala. Atraksi Tang Sin bakal dinikmati ribuan mata masyarakat Kota Manado.

Tahun 2020 enam Klenteng yang akan menurunkan Tang Sin, antara lain, Klenteng Tiong Tan Lie Goan, Klenteng Hok Tek Cin Sin, Klenteng Seng Kong Bio, Klenteng Thian Tan Kiong, Klenteng Kwan Senge Bio dan Klenteng Kwan Kong.

Kegiatan Cap Go Meh ini juga merupakan salah satu kalender pariwisata Kota Manado, yang dikembangkan untuk memelihara kerukunan di Manado.

Kegiatan-kegiatan budaya seperti ini diharapkan menjadi daya tarik turis-turis yang datang ke Sulut, dan juga sebagai kesatuan budaya etnis Cina dan Minahasa.

Penulis: Lala Nvidia



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed