oleh

Royke Lumowa Kapolda Sulut, Carlo Tewu Deputi BUMN

Irjen Pol Royke Lumowa segera berganti ladang pengabdian baru. Kini dia pulang kampung halamannya, usai dirinya ditugaskan menjadi Kapolda Sulawesi Utara.

Hal ini tertuang dalam telegram Kapolri Jenderal Pol Idham Azis tertanggal 3 Februari 2020. Nama Lumowa masuk dalam daftar 665 perwira tinggi dan menengah yang pindah tugas.




Sebelum ke menjadi Kapolda Sulut, Lumowa menjabat Kapolda Maluku sejak Agustus 2018. Lumowa juga sempat menjadi Kapoltabes Manado pada 2008 silam.

Lumowa menjadi putra asal Sulut yang memiliki karir cemerlang di kepolisian. Sebelum menjabat Kapolda Maluku, Lumowa juga  pernah menjadi Kapolda Papua Barat pada tahun 2015 dan Kakorlantas Polri (2016).

Kapolda Sulut Irjen Remigius Sigid Tri Hardjanto akan berpindah posisi menjadi Kapolda Kalimantan Barat.Sedangkan pos yang ditinggalkan Royke Lumowa akan diisi Brigjen Baharudin Djafar yang sebelumnya adalah Kapolda Sulawesi Barat.

TEWU DEPUTI KEMENTERIAN BUMN

Sementara itu, putra Sulut lainnya, Irjen Pol Carlo Brix Tewu juga mendapat tugas baru. Mantan penjabat Gubernur Sulawesi Tengah itu dilantik menjadi Deputi Hukum dan Perundang-undangan Kementerian BUMN, Selasa (4/2/2020).

Tewu yang memiliki pengalaman bidang reserse juga memiliki karir mengkilap. Dia beberapa kali mendapat kenaikan pangkat luar biasa karena prestasinya. Tahun 2001, bersama tim Cobra, Tewu membekuk putra Presiden II RI, Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto). Tommy ditangkap karena menjadi otak pembunuhan hakim agung Saifuding Kartasasmita.




Bukan hanya itu, Tewu juga menjadi tokoh di balik penangkapan dalang bom Bali I, Imam Samudera. Carlo Brix Tewu pernah menjadi Kapolda Sulut medio 2010-2012.

Tewu diangkat sebagai tangan kanan Menteri BUMN, Erick Thohir karena pengalamannya di bidang hukum. Dia diangkat bersama tiga orang lain yakni Susyanto (Sekretaris Kemeterian BUMN), Nawal Nely (Deputi Keuangan dan Manajemen Risiko) dan Loto Ginting (Staf Ahli bidang keuangan dan pengembangan UMKM.

Tewu menjadi fenomenal karena dirinya adalah jenderal aktif yang bertugas di tiga kementerian. Sebelumnya pria kelahiran Tondano ini adalah staf ahli bidang ideologi dan konstitusi Kemenko Polhukam.

Dia juga menjabat sekretaris Kelompok Kerja (Pokja) IV di Kemenko Perekonomian. Pokja ini lebih dikenal sebagai Satgas percepatan dan efektivitas pelaksanaan kebijakan Ekonomi.

Penulis: Efge Tangkudung



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed