oleh

Petani Kopra Menjerit, Olly Ikut Merugi

Harga komodi perkebunan kopra semakin turun. Petani kopra di Sulawesi Utara sudah pasrah akan penurunan harga yang sangat jauh.

Harga kopra awal November ini mencapai titik terendah yaitu, Rp3000 per kilogram. Dengan harga tersebut, petani kelapa di Sulut berharap pemerintah bisa mengambil langkah bijak untuk mendongkrak lagi harga kopra.

Dari hasil kunjungan Gubernur Sulut Olly Dondokambey ke Belanda, didapati bahwa konsumsi minyak nabati di dunia sedang turun.

Terkait hal itu, Pemprov Sulut akan mengambil langkah-langkah strategi untuk mencari cara menaikkan harga kopra kembali.

Kadis Perkebunan Sulut, Refly Ngantung menyebut, persoalan utama turunnya harga kopra disebabkan efek pasar akan minyak nabati yang lagi turun.

Menurutnya, Pemprov Sulut segera mengambil langkah strategis seperti, mengajak warga Sulut menggunakan produksi minyak kelapa lokal.

Lalu perlu dibuatnya pengembangan pemanfaatan varian hasil kelapa, dan perbanyak mengkonsumsi minyak kelapa.

“Hasil kelapa jangan semata-mata buat kopra, masih banyak varian lain yang bisa dihasilkan dengan kelapa, itu bisa diubah,” katanya.

Anjloknya harga kopra juga menjadi perhatian serius dari Wakil MPR RI asal Sulut, EE Mangindaan. Mantan Gubernur Sulut ini, meminta Pemprov Sulut segera mengambil langkah cepat dalam menanggulangi masalah ini.

“Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, saya melihat semua petani kelapa di Sulut mengalami rugi besar,” kata Mangindaan kepada petani kelapa di Kota Bitung, Jumat (16/11/2018).

Mangindaan mengajak pemerintah provinsi dan kabupaten/kota proaktif lagi, dan saling koordinasi dengan pemerintah pusat.

“Saya akan laporkan masalah ini ke Kementrian Perdagangan, supaya ada solusi yang tepat untuk permeritah dalam mengambil langkah bijak mengatasi turunnya harga kopra,” jelas Mangindaan.

Diketahui, selang setahun ini harga kopra turun drastis hingga sekarang. Banyak petani kelapa di Sulut yang sudah kehilangan akal menjual hasil kopra mereka.

Perusahan-perusahaan nabati di Sulut juga membatasi pembelian kopra dari petani, membuat petani kelapa rugi besar.

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey pernah mengaku merugi akibat turunnya harga jual kopra. Ketua PDIP Ini mengaku rugi hingga Rp200 juta, dari penjualan kopra miliknya.

“Saya juga punya kebun kelapa yang dijadikan kopra. Kalau harga terus turun saya juga rugi besar, sama seperti petani kelapa lainnya di Sulut,” kata Olly.

Penulis : Emmanuel Athlon

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed