oleh

Terima Kasih Tabloid Bola, Kenangan itu Selalu Abadi

Pemberitahuan akan dihentikannya terbitan Tabloid Bola oleh pihak manajemen mendapat perhatian luas. Edisi perpisahan akan terbit, Selasa (23/10/2018).

Meski bukan hal yang mengagetkan, namun pengumuman itu terasa menyesakkan. Tabloid Bola memutuskan akan berhenti terbit menyusul langkah saudaranya, Harian Bola yang berhenti terbit tahun 2015 lalu.

Tabloid Bola yang awalnya terbit setiap Jumat, menyerah dengan derasnya eksodus pembaca media cetak ke media online. Cost produksinya kini tak sebanding lagi dengan pemasukan dan atensi pembaca.

Bagi generasi 90-an, memiliki Tabloid Bola merupakan sebuah kebanggaan. Hal itu akan mendapat prestise dan pengakuan sebagai maniak dan intelek bola. Mendapatkan informasi meski hanya menyewa dari tukang koran atau meminjam dari teman, pun sudah membanggakan.

Edisi poster Tabloid Bola membuat para remaja memenuhi dinding kamarnya dengan bintang kesayangannya. Waktu itu belum ada kebintangan Christiano Ronaldo, Lionel Messi, Neymar Jr atau Kylian Mbappe.

Davor Suker, Predrag Mijatovic, Giuseppe Signori, Alen Boksic dan George Weah kala itu masih menjadi andalan. Bukan hanya itu, dari Tabloid Bola, gaya pemain lokal seperti Rochy Putiray, Kurniawan Dwi Yulianto atau Izaak Fatari dikenal.

Dari sana juga banyak yang tahu kehebatan Mike Tyson, Michael Doohan, Ayrton Senna dan Michael Schumacher. Masa keemasan NBA juga membuat  semua latah meniru Michael Air Jordan, Hakeem Pivot Olajuwon, John Steal Stockton, Dennis Tato Rodman atau Tonny Jambang Kukoc.

Belum cukup, dari bacaan ini remaja putra diracuni keseksian Gabriela Sabatini, Steffi Graf, Martina Navratilova, Monica Seles dan Martina Hingis.

Kini dalam era digital, Generasi Zaman Now bisa mendapatkan berita dan gambar atlet favoritnya dengan cepat dan gampang. Cukup dengan satu ketikan dan klik.

Nostalgia Tabloid Bola memang tiada akhirnya. Cerita si gundul dengan hiburan dan satirenya selalu membuat pembaca senyum-senyum sendiri. Hadiah kaos dengan tulisan bola karena menang kuis, pun membuat sebulan tidur pulas dengan senyuman bangga.

Ulasan liga Eropa plus Liga Indonesia membuat pembaca  selalu unggul dan tak terkalahkan dalam perdebatan di sekolah. Selalu ada kesan ketika mengingat masa-masa tersebut.

Pada akhirnya, semua orang ada masanya dan semua masa ada orangnya. Tabloid Bola pada akhirnya, mau tidak mau, menemui masa senjakalanya. Bagi generasi yang sangat mengenal Tabloid Bola, jelas ada kerinduan dan rasa kehilangan mendengar kabar ini.

Namun life must go on, biarlah kenangan akan terus membekas di hati dan pikiran. Untuk Tabloid Bola dan segenap redaksinya, terima kasih untuk masa-masa indah yang pernah dihadirkan.

Penulis: Bang Kipot

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed