oleh

Kesombongan yang Mengalahkan McGregor

Pertarungan Conor McGregor melawan Khabib Nurmagomedov dalam kelas ringan Ultimate Fighting Championship (UFC), Minggu (7/10/2018) memang ditunggu seantero jagat.

Status Khabib Nurmagomedov yang tidak terkalahkan dalam 26 laga melawan McGregor, mantan juara yang gelarnya dicabut paksa, sudah menggambarkan serunya suasana.

Belum lagi, drama mencekam yang tersaji jauh sebelum pertarungan dalam oktagon, membuat pecinta UFC menunggu detik-detik pertarungan keduanya.

McGregor yang makin dikenal setelah ‘lintas arena’ melawan petinju tak terkalahkan Floyd Mayweather, Jr membuat suasana panas dengan sejumlah komentarnya.

Dia bahkan menyerang bus Khabib Nurmagomedov dan timnya sebagai upaya serangan mental. Tak cukup sampai situ, McGregor melakukan serangan verbal dan gimmick yang tendensius menghina Khabib.

Kesan ‘orang sombong’ yang hebat memang layak dideskripsikan untuk McGregor, petarung asal Irlandia. Sebaliknya, petarung asal Rusia, Khabib Nurmagomedov yang lebih kalem, memilih diam dan menunggu pertarungannya.

Bel tanda ronde awal dimulai akhirnya berbunyi, kedua petarung terbesar di dunia UFC pun bertarung, Minggu (7/10/2018).

Pertarungan ini bukan sekadar perebutan sabuk juara yang sebelumnya milik McGregor, tapi jauh lebih sebagai sebuah perebutan prestise dan pembuktian.

Petarung berjenggot penuh tato yang sudah menua ingin membuktikan dirinya masih eksis. Dia juga ingin menegaskan mulut besarnya sebanding dengan kemampuannya.

Sisi lain, Khabib Nurmagomedov bertarung demi harga dirinya. Penghinaan demi penghinaan yang diterima, harus dibayar dengan kemenangan. Dia bertarung bukan hanya membawa nama sasana Khabib Nurmagomedov, tapi untuk kehormatan negara, keluarga dan keyakinan.

Jual beli pukulan berlangsung, tampak Khabib yang usianya lebih muda, memiliki tenaga lebih hebat. Puncaknya, ketika pertarungan bawah di ronde empat, Khabib berhasil mengunci McGregor dengan kuncian headlock.

McGregor tak berdaya, tak bernafas dan akhirnya melakukan tap out alias menyerah. Dia terduduk, tak percaya kekalahan yang dialaminya.

Pertarungan ternyata tak sampai di situ, drama jual beli pukulan kembali berlangsung. Khabib Nurmagomedov yang masih emosional meloncati pagar oktagon untuk menghajar ofisial lawan.

Dalam oktagon, McGregor yang masih terkulai sedih juga dihajar seorang dari kubu Khabib. Penyerahan sabuk juara bahkan tak dilakukan di atas oktagon dengan alasan keamanan.

Khabib Nurmagomedov kini masih menunggu apakah akan dihukum atau tidak. Meski begitu, penampilannya dipuji karena berhasil menegakkan kehormatan dan mengalahkan kesombongan McGregor.

Pertarungan itu memang membawa rasa puas bagi seluruh pecinta UFC. Bukan hanya melihat banyaknya drama dan jual beli pukulan. Pecinta olahrga juga mendapat banyak pesan moral dari pertarungan tersebut.

Dari sang jawara Khabib Nurmagomedov, kita belajar bagaimana berjuang menegakkan kehormatan. Berjuang di tempat yang tepat untuk menjawab semua penghinaan. Namun dari Khabib juga kita belajar untuk tidak emosi berlebihan. Hal itu hanya akan membawa kehancuran.

Sementara dari Conor McGregor yang kini jadi pecundang, juga bisa diambil pelajaran penting. Seorang petarung hebat tak boleh jemawa dan menunjukkan kesombongan.

Apalagi menghina negara, agama dan keluarga calon lawan. Sudah selayaknya selalu respek terhadap lawan, agar diri selalu dikagumi dan dihormati setiap orang.

Karena kesombongan selalu membawa kekalahan…

Penulis: Bang Kipot

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed