oleh

Wow, Penasihat Tim Prabowo Mundur karena Cinta Jokowi

Penasihat Tim Kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Sulawesi Utara, Elly Engelbert Lasut menyatakan mundur dari tim.

Bupati terpilih Kabupaten Kepulauan Talaud ini mengaku namanya dimasukkan tanpa konfirmasi dalam posisi penasihat. Dia menyebut, sudah mengirimkan berkas pengunduran diri kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Tim Kampanye Prabowo-Sandi.

Ketua DPD Partai Berkarya Sulut ini mengakui tak bisa membohongi kata hatinya. Menurutnya, pembangunan Kabupaten Kepulauan Talaud sebagai daerah terluar begitu pesat di tangan Presiden Jokowi.

“Pilihan saya untuk pasangan nomor satu, Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Realisasi pembangunan bandara dan jalan lingkar di Talaud, merupakan bukti kecintaan Jokowi terhadap Talaud,” kata bupati pertama Kabupaten Kepulauan Talaud tersebut.

Dia juga menegaskan tetap akan berjuang untuk memenangkan pasangan nomor urut satu tersebut, meski tak masuk tim pemenangan Jokowi-Amin.

Politisi yang pernah berprofesi sebagai dokter tersebut mengaku, pembangunan Kabupaten Kepulauan Talaud selama ini menjadi proritas pemerintahan Jokowi.

Baginya, pembangunan tersebut kini mendatangkan manfaat sangat besar bagi masyarakat daerah paling utara di Indonesia tersebut.

Meski begitu, dia menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim kampanye Prabowo Subianto –Sandiaga Uno yang sudah mempercayakan dirinya.

Dia mengaku tak bisa menjalankan kepercayaan tersebut karena terlanjur cinta kepada Presiden Jokowi.

Diketahui, nama Elly Lasut masuk dalam tim kampanye pasangan nomor urut 2, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namanya berada di posisi penasihat bersama anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat yang juga Wakil Ketua MPR, EE Mangindaan.

Baca juga: Mangindaan Pilih Dukung Prabowo-Sandi

Baca juga: Ini Daftar Nomor Urut Pasangan yang Bertarung di Pilkada Sulut

Selain itu ada juga nama anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Wenny Warouw dan Ketua DPD PAN Sulut yang juga Bupati Kabupaten Bolmong Timur, Sehan Landjar.

Elly Lasut bersama pasangannya Mokhtar Parapaga unggul dalam pemilihan Kepala Daerah 27 Juni 2018. Mereka berhasil mengangkangi perolehan suara bupati petahana Sri Wahyumi Manalip – Gunawan Talenggoran dan dua pasangan lain.

Elly Lasut bersama pasangannya baru akan memulai masa jabatannya tahun 2019 nanti, usai masa jabatan Bupati Sri Wahyumi Manalip selesai.

Ketika Kabupaten Kepulauan Talaud dimekarkan, Elly Lasut yang waktu itu masih berstatus kader Partai Golkar dipilih menjadi bupati pertama.

Dia bahkan sempat menjadi bupati termuda di Indonesia ketika menjabat dalam usia 33 tahun. Saat masih berusia 32 tahun, dia sudah menjadi Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud.

Nama Elly Lasut sempat masuk kontestasi Gubernur Sulawesi Utara 2010-2015, namun pada akhirnya kalah. Saat itu Lasut bahkan harus berurusan dengan hukum karena terlibat korupsi.

Usai menjalani masa hukuman, Elly Lasut kembali ke politik dan langsung mencalonkan diri sebagai Gubernur Sulut 2015-2020. Aturan KPU soal masa jeda mantan narapidana, membuatnya harus terdepak dari persaingan dan harus diganti.

Dia kemudian mencalonkan diri sebagai Bupati Kepulauan Talaud bersama pasangannya. Ternyata, mayoritas masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud masih rindu dengan kepemimpinannya. Alasan itu kemudian mengantarkan dirinya menjadi bupati terpilih Kabupaten Kepulauan Talaud.

Penulis: Efge Tangkudung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed