oleh

KPU Sulut Temukan 10.288 DPT Ganda

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara, bertekad melaksanakan pemilu yang bersih, jujur dan akuntabel.

Komitmen KPU tersebut mulai nampak, setelah melakukan pencermatan data pemilih. KPU bersama Bawaslu dan Partai Politik, berhasil mengungkap ribuan pemilih ganda di Sulawesi Utara.

Dugaan selama ini bahwa penetapan Daftar Pemilih tetap (DPT) masih amburadul ternyata benar adanya. DPT Sulut harus berkurang usai ditemukan ribuan pemilih ganda di tingkat Kabupaten/Kota.

Ketua KPU Sulut, Ardiles Mewoh mengatakan, pihaknya bersama Bawaslu dan Parpol berhasil menemukan 10.288 pemilih ganda. Hal tersebut membuat rekapitulasi DPT setelah hasil perbaikan adalah 1.845.752 pemilih.

Menurutnya, ini adalah komitmen semua anggota KPU bersama Bawaslu dan paprol untuk menyelenggarakan pemilu yang bersih dan adil.

“Saya sebagai KPU Sulut memberikan apresiasi bagi KPU, Bawaslu dan Parpol, di tingkat Kabupaten/Kota yang sudah mencermati kembali DPT yang sudah ditetapkan,” kata Mewoh kepada media.

Kami senantiasa berusaha untuk menyempurnakan DPT yang sudah ada. Tanggal 6-15 September 2018 adalah jadwal untuk melakukan pencermatan DPT.

“Kami akan menyelesaikan pencermatan sehingga hingga batas waktu, ini semua bias terselesaikan,” ujarnya.

Ditambahkannya, pemilih ganda yang ditemukan sudah dihapus, sehingga pemilih bila ada pemilih yang tidak memenuhi syarat juga hilang dari DPT.

Komisioner KPU Sulut, Salman Saelangi menjelaskan, KPU Sulut optimis partisipasi pemilih akan lebih baik dari pilkada tahun ini.

Dia pun menyebut pemilih sekarang sudah dewasa dan tahu apa yang harus mereka lakukan. Termasuk menggunakan hak suara mereka pada pemilu tahun depan.

“Kalau ada yang bilang banyak golput, itu tidak benar. Mereka tidak memiliki dasar kuat untuk menyebut banyak golput. Saya yakin pemilih makin pintar sekarang,” jelasnya.

Banyak kasus yang bisa dijadikan patokan bahwa tingkat pemilih akan bertambah. Bisa dilihat dari angka keikutsertaan pemilih di Pilkada 2018 lalu.

Dari total enam daerah yang menggelar Pilkada, keikutsertaan pemilih mencapai 85,3 persen.

Dengan rincian, Kabupaten Bolmut teratas dalam prosentase partisipasi yang menunjukan angka 89,25 persen.

Lalu disusul Kabupaten Sitaro (86,7 persen), Kabupaten Talaud (86,19), Kabupaten Minahasa (81,69) dan Kota Kotamobagu (80,17).

Untuk Pilkada Mitra, pemilih mencapai 87,5 persen, walaupun hanya ada satu pasangan calon bupati.

“Kita akan lakukan sosialiasi langsung ke lingkungan terkecil seperti basis keluarga, juga di kelompok atau forum warga,” pungkasnya.

Penulis : Lala Nvdia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed