oleh

Kisruh CNR Melebar, Ketua Golkar Dilema

Partai Golkar Sulawesi Utara dikabarkan akan memasukkan nama Careigh Naichel Runtu (CNR) ke dalam daftar bakal caleg Partai Golkar untuk DPRD Provinsi Sulut.

Hal ini menyusul pertemuan Ketua DPD Golkar Sulut, Tetty Paruntu dengan putra mantan ketua Stevanus Vreeke Runtu (SVR) itu. Pertemuan dilakukan pasca pemasukan daftar calon legislatif ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut.

Dalam daftar tersebut, secara mengejutkan pasangan ayah- anak, CNR dan SVR terdepak dari nama-nama yang diajukan. Padahal, keduanya dinilai masih memiliki konstituen loyal yang berpeluang mengantarkan mereka ke kursi legislatif.

Careigh Naichel Runtu kepada media, mengonfirmasi isi pembicaraan dengan Paruntu adalah soal namanya yang akan dimasukkan kembali dalam daftar bakal caleg DPRD Provinsi Sulut, Dapil MInahasa Tomohon.

“Nama saya akan dimasukkan kembali dalam daftar calon di masa perbaikan,” jelasnya.

Juru bicara Partai Golkar Sulut, Feryando Lamaluta kepada media juga membenarkan pertemuan membicarakan soal mengakomodasi kembali CNR pada Pileg 2019.

“Mereka sudah ketemu membicarakan banyak hal untuk kemajuan Partai Golkar ke depan, termasuk soal pencoretan nama CNR yang akan diakomodasi kembali,” katanya.

Keputusan tersebut diduga sebagai tanggapan atas ancaman laporan SVR dan CNR ke DPP Partai Golkar.

Sebelumnya, duo Runtu mengaku akan melaporkan hal tersebut ke DPP karena DPD Golkar Sulut tidak menjalankan amanat Ketum Golkar, Airlangga Hartarto.

Menurut CNR, sesuai keputusan DPP namanya berada di  nomor urut 4 Dapil Tomohon-Minahasa. Tapi, ketika mengecek Sistem Informasi Pencalonan (Silon), namanya justru telah hilang.

“Keputusan ini sangat politis dan mengada-ngada. Kami akan melaporkan ke Dewan Pimpinan Pusat Golkar,” janjinya.

Alih-alih membuat suasana reda, keputusan mengakomodasi CNR justru berpotensi membuat masalah baru dan menambah pelik situasi Golkar Sulut. Pasalnya, keputusan itu berarti Tetty Paruntu harus mengeliminasi satu dari delapan nama yang didaftarkan sebelumnya.

Dalam hal ini bakal calon anggota legislatif wanita, relatif lebih aman karena partai wajib memenuhi 30 persen unsur keterwakilan gender.

Delapan nama di daftar caleg Golkar Daerah Pemilihan (Dapil) Minahasa-Tomohon adalah Inggried Sondakh, Jandi Oklen Waleleng, Danny Rindengan, Ashley Andrew Rumajar, Johni Joice Palilingan, Eileen Tamboto, Priska Febe Igir dan Arie Bororing.

Kisruh bakal melebar jika nama yang akan dicoret melakukan perlawanan, karena merasa sudah melakukan banyak pengorbanan waktu, tenaga dan materi.

Baca juga: Akhir Pahit Buat Mantan Ketua Golkar

Baca juga: Adik Ipar Diakomodir, Anak Mantan Ketua Didepak

Baca juga: Golkar Kalah Telak, Apa Kabar Tetty?

Dilema untuk Ketua DPD Golkar Sulut, Tetty Paruntu ternyata tak akan berakhir sampai di situ. Sesuai PKPU nomor 20 tahun 2018 tentang pencalonan anggota DPR, DPRD Kabupaten/Kota, partai tidak bisa mengganti nama bakal calon anggota legislatif jika dinyatakan memenuhi syarat oleh KPUD Sulut.

Dalam masa perbaikan, 22 Juli hingga 31 Juli 2018, Partai Golkar Sulut hanya bisa memperbaiki atau melengkapi berkas yang teleh diserahkan ke KPUD.

Pergantian bisa dilakukan jika ada bakal calon mengundurkan diri, tidak memenuhi syarat atau berhalangan tetap. Hal ini termasuk bakal caleg  mantan terpidana korupsi, narkoba dan kejahatan seksual.

KPU akan menetapkan Daftar Calon Sementara (DCS) usai verifikasi ulang KPU yang dilaksanakan 1-7 Agustus 2018.

Partai bisa mengganti nama bakal calon legislatif setelah DCS dikeluarkan, setelah mendapat sanggahan dari masyarakat. Bakal caleg juga bisa diganti karena sakit, meninggal dunia atau keputusan hukum berkekuatan tetap (inkracht van gewijsde).

Penulis: Habel Sirenden

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed