oleh

Golkar Kalah Telak, Apa Kabar Tetty?

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di enam daerah Provinsi Sulawesi Utara sudah berakhir. Hasilnya, tak terlalu mengejutkan.

Olly Dondokambey berhasil membawa PDIP unggul dalam lima daerah, hanya kalah di Kabupaten Kepulauan Talaud. Elly Lasut sementara memimpin perolehan suara dari hasil perhitungan cepat.

Wajar saja jika melihat totalitas pimpinan PDIP mulai dari Olly Dondokambey, Steven Kandouw, James Sumendap hingga ke tingkat bawah. Mereka tak kenal lelah menggerakkan para kader loyal membuat PDIP seakan tinggal menunggu waktu menuai hasil di Pilkada 2018.

Hal berbeda diraih Partai Golkar Sulut. Si Kuning seperti kehilangan kader dan kepercayaan publik bahkan pemilihnya sendiri. Tercatat tidak ada satu pun kader pohon beringin ini yang menjadi pemenang.

Kemenangan Elly Lasut sebenarnya bisa menyelamatkan muka Golkar, namun dirinya bukan lagi kader Golkar. Saat ini Lasut diketahui sudah menjadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Berkarya Sulawesi Utara.

Golkar dinilai tidak memiliki kader potensial saat ini. Kader yang mereka miliki sekarang dinilai takut bersaing. Kegagalan Golkar ini tentunya menjadi pekerjaan rumah bagi kubu Beringin di bawah pimpinan Tetty Paruntu.

Pukulan telak pada Pilkada Minahasa membuka mata hati para kader kuning, bahwa sebenarnya pencalonan Ivan Sarundajang – Careig Runtu di Minahasa tidak mendapat restu sang ketua.

Tetty juga jarang terlihat dalam kampanye pasanganan yang dicalonkan Golkar ini. Hal itu sepertinya mengisyaratkan bahwa sebenarnya Tetty tidak menginginkan kemenangan Golkar di Minahasa.

Bandingkan saja dengan Olly Dondokambey. Sebagai Ketua PDIP Sulut, dirinya selalu meluangkan waktu untuk hadir memberikan semangat kepada konstituen banteng merah di setiap daerah yang menggelar Pilkada.

Ini sangat bertolak belakang dengan apa yang dilakukan oleh Tetty Paruntu sebagai ketua partai. Ironisnya, Tetty justru terlihat hadir bersama Olly Dondokambey dalam kampanye akbar pasangan Welly Tita – Heibert Pasiak.

Pemilu legislatif pada 2019 nanti akan menjadi penentu apakah kader Golkar masih bisa mendapat suara signifikan di kursi DPRdan DPRD. Kini saatnya Tetty Paruntu mengambil langkah konkrit untuk mengembalikan kejayaan Golkar di masa lalu, dan itu harus dimulai dari sekarang.

Bila tidak adanya perubahan di dalam tubuh Golkar bisa dipastikan pohon beringin di Sulut akan makin layu dengan akar membusuk dan daun berguguran. Sudah terlalu lama Golkar Sulut menjadi pecundang di Provinsi paling utara.

Kepemimpinan tetty yang baru seumur jagung, kini sudah dibandingankan dengan Golkar era Jimmy Rimba Rogi yang begitu lekat dengan kemenangan.

Publik juga mulai menduga, ‘safety play’ itu ada kaitannya dengan misi dan target Tetty menuju kursi gubernur 2020?

Kita tunggu saja…..

Penulis : Habel Sirenden

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed