oleh

Masa Skorsing Usai, Begini Nasib Bupati Cantik Sri Manalip

Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, Sri Wahyumi Manalip dinonaktifkan selama tiga bulan oleh Kemendagri sejak tanggal 5 Januari 2018.

Manalip dinonaktifkan karena melanggar Undang-undang 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Manalip terbukti bepergian ke Amerika Serikat tanpa izin dari Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo. Bupati cantik ini akhirnya harus rela melepaskan jabatannya usai diganti sementara oleh Wakil Bupati Petrus Simon Tuange.

Tanggal 5 April 2018, masa skorsing sementara Sri Wahyumi Manalip dari jabatan Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud usai sudah.

Baca juga: Bupati Cantik Talaud Diberhentikan karena Undangan Trump

Baca juga: Siapa Sri Manalip Bupati Cantik yang Diberhentikan? Ini Profilnya

Baca juga: Ini Foto-Foto Bupati Cantik Sri Wahyuni yang Bikin Meleleh

Baca juga: Penonaktifan Manalip Kini Dikaitkan dengan Sentimen Politik

Meski masa skorsingnya telah usai, Bupati non aktif Kepulauan Talaud itu belum bisa kembali menjabat sebagai Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud.

Hal ini dipastikan menyusul SK Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kepulauan Talaud Petrus Simon Tuange diperpanjang Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey. Tuange kembali mendapatkan mandat menjadi pucuk eksekutif Kabupaten Kepulauan Talaud sejak tanggal 6 April Hingga tanggal 23 Juni 2018.

SK bernomor 858/1548/sekr.Ro.Pemhumas tersebut sudah diserahkan langsung kepada Petrus Simon Tuange oleh Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Edison Humiang.

Perpanjangan SK tersebut bukan tanpa alasan. Sri Wahyumi Manalip kini menjadi satu kontestan yang akan berlaga dalam Pilkada Kabupaten Kepulauan Talaud 27 Juni mendatang.

Alhasil, Manalip yang sudah ditetapkan KPUD Talaud menjadi peserta Pilkada 2018 harus mengambil cuti kampanye hingga usai hari pencoblosan nanti.

Diketahui, Sri Wahyumi Manalip berpasangan dengan Gunawan Talenggoran menjadi peserta Pilkada Kabupaten Kepulauan Talaud 2018 dari jalur independen.

Meski begitu dia juga mendapat dukungan dari beberapa partai politik. Januari 2018, Manalip menyatakan bergabung dengan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Dalam Pilkada Kabupaten Kepulauan Talaud 2018, Sri Wahyumi Manalip- Gunawan Talenggoran yang maju lewat jalur independen mendapat nomor urut tiga.

Keduanya juga mendapat dukungan partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat (PD) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Mereka akan bersaing dengan tiga pasangan lain yang juga diyakini mempunyai basis massa yang cukup signifikan.

Baca juga: Pertaruhan Besar Olly dan PDIP dalam Pilkada 2018

Baca juga: Kampanye Gratis untuk Sri Manalip

Baca juga: Dipecat PDIP, Sri Manalip Kini Gabung Hanura OSO

Baca juga: Dari PDIP ke Hanura, Sri Ikuti Jejak Rhamdani

Nomor utur satu ada mantan Bupati Kepulauan Talaud, Elly Lasut berpasangan dengan Mokhtar Parapaga yang diusung Partai Nasdem dan PKPI.

Sedangkan di nomor urut dua ada jagoan PDIP bersama Golkar dan Partai Hanura, yang notabene menjadi partai Sri Manalip saat ini. Sedangkan di nomor urut empat ada pasangan independen lain, Handri Poae – Clarje Awulle.

Penulis: Efge Tangkudung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed