oleh

Ribuan Warga Manado Gelar Zikir untuk Persatuan

Ribuan umat Muslim Kota Manado dan sekitarnya berkumpul di Lapangan Tikala, Manado untuk menggelar zikir bersama, (Kamis, 22/3/2018).

Acara bertajuk Sulut Berzikir yang digagas Majelis Pengajian Tauhid Tasawuf (MPTT) Sulawesi Utara mengundang antusiasme sejumlah warga Manado.

Kegiatan ini digelar untuk mengucapkan syukur kepada Allah, menebalkan iman dan memperkuat rasa persatuan dan persaudaraan di Kota Manado.

Dari pantauan manadopedia, kegiatan Sulut Berzikir tersebut berjalan khusyuk dan syahdu. Kegiatan ini juga mendapat pengamanan jajaran Kepolisian Resort Kota Manado yang dipimpin langsung Wakapolresta Kota Manado AKBP Arya Perdana.

Hadir dalam kegiatan ini Syeikh H. Amran Wali Al-Khalidy, yang merupakan Ketua MPTT Asia Tenggara.

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey dalam sambutannya mengatakan, kegiatan seperti ini bisa menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan warga Kota Manado.

“Kondisi daerah Sulawesi Utara sangat kondusif, namun kita tak boleh terlena sehingga kurang antisipatif dan responsif terhadap semua bentuk gangguan dalam dinamika global,” katanya dalam sambutan yang dibawakan Kepala Inspektorat Sulut, Praseno Hadi.

Ditambahkannya, Sulut dikenal sebagai daerah yang mempunyai toleransi antar umat beragama yang sangat tinggi. Menurutnya, seluruh warga Sulut harus terus saling menghormati dan menghargai antar pemeluk agama.

Diketahui, Kota Manado tahun 2017 dinobatkan sebagai Kota paling toleran se-Indonesia oleh SETARA Institute.

Baca juga: Manado Raih Kota Paling Toleran di Indonesia

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Utara, KH Abdul Wahab Abdul Gafur menambahkan, kondisi Kota Manado saat ini yang aman dan tertib harus terus dipertahankan.

Warga muslim Kota Manado menurutnya, harus berkontribusi untuk menjaga persatuan daerah Sulawesi Utara dan Bangsa Indonesia.

“Sulut itu sulit disulut, mari terus menjaga keamanan Sulawesi Utara. Banyak turis berkunjung ke daerah kita karena mendengar keamanan daerah ini. Terus pertahankan dan jaga kemanan daerah kita,” katanya.

Arfan Monoarfa, seorang warga dari Bolaang Mongondow mengaku senang ikut kegiatan tersebut. Dia rela menempuh perjalanan jauh dari kampung halamannya untuk berbaur para peserta zikir lain.

“Sangat senang, selain mengagungkan nama Allah dan mendengar ceramah, tentunya turut berdoa untuk persatuan dabn kesatuan bangsa ini,” jelasnya.

Penulis: Rizka Alvira

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed