oleh

Plt Bupati Mitra Didemo karena Dukung Kotak Kosong

Wakil Bupati Minahasa Tenggara, Ronald kandoli yang baru mengemban tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati selama 7 hari didemo oleh ratusan massa.

Kelompok masa yang menamakan diri mereka Forum Masyarakat Mitra Bersatu (FMMB) melakukan aksi damai di depan kantor DPRD Minahasa Tenggara dengan tuntutan pengusutan dugaan mengkampanyekan kotak kosong dan persitiwa penurunan foto Bupati James Sumendap.

Seperti pantauan manadopedia.com massa yang melakukan aksi damai membawa poster yang menyerukan pencopotan Plt Bupati Kandoli. Massa juga meminta ketua DPRD segera lakukan hak angket terhadap Plt Bupati Kandoli.

Digedung DPRD Mitra, aksi massa diterima langsung oleh Ketua DPRD Tavif Watuseke. Kepada pendemo Watuseke menyampaikan bahwa aspirasi mereka akan ditindaklanjuti oleh pihak DPRD.

“Memang anggota DPRD memiliki hak istimewa yaitu hak angket dan interpelasi. Kami akan menindaklajuti hal ini untuk menentukan apakah hak tersebut akan dipakai atau tidak dan ini juga butuh proses,” kata Putra Ratatotok ini.

Di depan Ketua DPRD, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi unjuk rasa Veppy Rambi meminta agar Ketua DPRD segera mengambil keputusan terkait peristiwa ini karena hal ini menginjak harga diri Bupati Sumendap. Dirinya menilai bahwa apa Plt bupati telah melanggar undang-undang dan tidak bisa bersikap netral dalam menghadapi pilkada 2018.

“DPRD harus cepat mengambil sikap, kami juga meminta pihak kepolisian segera mengusut tuntas dugaan kampanye kotak kosong oleh Plt Bupati dan aksi penurunan foto Bupati Sumendap dan mencari pelaku yang berani menurunkan foto bupati,” ucap Rambi.

Rambi menambahkan bahwa Gubernur Olly Dondokambey harus segera mencopot Plt Bupati Mitra karena dianggap menyalahgunakan jabatanya.

“Kami melihat Plt bupati tidak netral dan juga serta Panwas Mitra harus mengusut tuntas dugaan netralitas Plt Bupati yang terindikasi membiarkan pendukungnya menggunakan ruang kerja untuk kepentingan berkempanye,” tegasnya.

Seperti diketahui aksi demo ini bermula dari postingan foto beberapa orang pendukung Plt Bupati Ronald Kandoli yang berfoto bersama di meja bupati dengan gaya mendukung kotak kosong.

Selain foto yang diduga mengkampanyekan kotak kosong ada juga foto dimana seorang pendukung Kandoli terlihat sedang menurunkan foto bupati James Sumendap.

Foto yang diposting di Grup Kerukunan Kawanua Minahasa Tenggara (KKMT) ini sontak saja menjadi ramai karena terjadi pro dan kontra perihal postingan foto tersebut.

Sementara itu, Plt Bupati Ronald Kandoli pada beberapa kesempatan mengatakan bahwa dirinya tidak mempunyai kepentingan apa-apa dalam pilkada 2018 ini dan akan bersikap netral.

“Janganlah membuat isu yang mengatakan bahwa saya tidak netral. Itu akan memperkeruh suasana menjelang pilkada. Saya tegaskan bahwa sejak menjabat Plt Bupati saya netral dan juga hal itu saya tegaskan kepada semua ASN di Mitra,” tegas Kandoli.

Baca juga: Awas, Indikasi Kecurangan Kalahkan Kotak Kosong Libatkan Panwas

Baca juga: Dukung Kotak Kosong, Ini Kata Sumendap tentang Jangin

Baca juga: Bagaimana Jika Kotak Kosong yang Menang? Ini Penjelasannya

Kandoli menambahkan bahwa sampai saat ini dirinya masih sebagai kader PDIP dan selalu akan bersikap netral jelang pilkada 27 Juni 2018 mendatang.

“Saya adalah kader PDIP dan saya 100 persen bersikap netral hadapi pilkada. Dan untuk pilihan saya tidak bisa memaksakan kehendak orang, biarlah mereka memilih dengan hati nurani mereka,” tukasnya.

 Penulis : Habel Sirenden

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed